Pol PP Loteng Bagi-bagi Daging Kurban ke PKL

Kasat Pol PP Loteng, Drs. H. Lalu Aknal Afandi, menyerahkan bantuan daging kurban kepada PKL di kawasan Masjid Agung Loteng, Rabu, 19 Juli 2021.(Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Seratus lebih paket daging kurban dibagikan aparat Satpol PP Lombok Tengah (Loteng) kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di seputaran Kota Praya, Rabu, 21 Juli 2021. Dipimpin langsung Kasat Pol PP Loteng, Drs. H. Lalu Aknal Afandi, M.Si., sekaligus mensosialisasikan penerapan protokol Covid-19 kepada para PKL. Bantuan paket daging kurban tersebut diharapkan paling tidak bisa meringankan beban para PKL yang terdampak pandemi Covid-19.

Pembagian paket daging kurban tersebut dilakukan di beberapa titik. Mulai kawasan Masjid Agung Loteng, lapangan Muhajirin Praya hingga PKL dikawasan kampung Kauman Praya. “Total ada sekitar 104 paket daging kurban yang disalurkan kepada para PKL yang ada disekitar Kota Praya,” terang Kasat Pol PP Loteng, Drs. H. Lalu Aknal Afandi, M.Si.

Iklan

Daging kurban tersebut merupakan sumbangan dari pemkab ditambah hasil sumbangan personel Pol PP Loteng. Sebagai bentuk kepedulian terhadap para PKL yang terpuruk dampak pandemi Covid-19. “Walaupun sedikit, semoga bisa bermanfaat,” ujarnya. Pemkab Loteng sendiri lanjut Aknal tidak pernah melarang para PKL berjualan. Bahkan sampai larut malam sekalipun. Dengan catatan para PKL tersebut harus patuh dan disiplin menerapkan protokol Covid-19. Paling tidak dengan tetap menggunakan masker.

Bagi PKL yang menjual makanan dan minuman tidak diperkenankan melayani pembelian di tempat. Untuk menghindari terjadi kerumunan atau kumpul-kumpul. “Silahkan tetap berjualan. Tapi harus diingat, tetap patuhi protokol Covid-19. Bagi yang menjual makanan dan minuman, tidak boleh makan dan minum di tempat. Harus dibungkus atau dibawa pulang,” tambah Aknal.

Pemerintah daerah sangat memahami kondisi para PKL yang harus berjuang menghadapi tuntutan ekonomi ditengah kondisi serba sulit seperti sekarang ini. Sehingga pemerintah daerah tidak mengeluarkan larangan bagi PKL untuk berjualan. Tetapi mengatur kembali, supaya sesuai dengan protokol Covid-19.

Kecuali bagi pemilik atau pengelola kafe, jam operasionalnya memang diatur maksimal sampai pukul 21.00 wita. Tidak boleh lebih, supaya tidak terjadi kerumunan. “Kalau kafe kan biasanya pasti banyak yang kumpul-kumpul atau nongkrong. Ini yang tidak diperbolehkan. Jadi jam operasionalnya dibatasi sampai pukul 09.00 malam,” imbuhnya.

Sat Pol PP Loteng sendiri secara intens terus mengawal penerapan protokol Covid-19. Setiap hari tanpa henti, jajaran Pol PP Loteng terus mengingatkan kepada masyarakat supaya tetap disiplin menerapkan protokol Covid-19. Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Loteng. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional