Pocari Sweat Bantu Reaktivasi Donor Darah di Lombok

Pocari Sweat Bantu Reaktivasi Donor Darah di Lombok

Pocari Sweat dan UTD Lombok Tengah berkolaborasi untuk melakukan gerakan reaktivasi donor darah di kantor-kantor dan komunitas yang tersebar di Mataram, Praya dan sekitarnya. Hal ini dilakukan guna mengedukasi kembali bahwa donor darah di masa pandemi tetap aman dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Pocari Sweat dalam hal ini berinisiatif menyelenggarakan edukasi virtual melalui platform Zoom, Whatsapp Group dan juga secara offline dengan tujuan memberikan wawasan bertemakan “Donor Darah Aman di Masa Pandemi”. Kegiatan edukasi yang diselenggarakan sejak bulan Juni 2021 ini sudah diselenggakarakan di 7 lokasi dan diikuti lebih dari 300 peserta. Dari total peserta tersebut, lebih dari 150 orang bersedia dan berhasil memenuhi kriteria untuk donor.

Iklan


Reaktivasi Donor darah ini, bermula dari pembatasan aktifitas berkumpul selama masa pandemi, yang otomatis berimpact kepada kegiatan donor darah diberbagai wilayah di Lombok. Kantor dan institusi yang secara rutin menyelenggarakan donor, menjadi ragu untuk mengajukan kerjasama dengan UTD/UDD PMI. Hal ini mengakibatkan penurunan jumlah donor sukarela dari kegiatan di luar gedung (mobile unit). Dimana saat sebelum Pandemi Covid19 di tahun 2019 penyumbangan darah oleh donor sukarela sebanyak 3.701 kantong perdonor dan pada saat Pandemi di tahun 2020 berkurang menjadi 2.317 kantong perdonor. Penyumbangan darah secara sukarela tersebut menurun hingga kisaran 1.384 kantong yang dilaksanakan luar gedung UTD. Sebaliknya terjadi peningkatan donor langsung/pengganti dari keluarga pasien pada tahun 2019 sebanyak 1.917 kantong perdonor (donor keluarga) dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 3.295 kantong perdonor. Dengan kata lain terjadi peningkatan sebanyak 1.378 kantong perdonor, yang dilayani di dalam gedung UTD Dinkes Kabupaten Lombok Tengah. Permintaan kebutuhan darah di masa Pandemi Covid-19 untuk Transfusi Darah di Lombok tetap tinggi, karena beberapa kondisi darurat seperti pasca operasi, melahirkan dan kondisi penyakit tertentu tetap membutuhkan tranfusi darah dan tidak bisa diprediksi dengan pasti sehingga stok darah yang bersumber dari Donor Sukarela harus tetap menjadi pilihan utama dalam menjaga kecukupan dan ketersediaan stok darah emergency.

Unit Donor Darah PMI atau Unit Transfusi Darah Rumah Sakit atau UTD Dinkes sangat membutuhkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak untuk tetap bisa melayani masyarakat yang membutuhkan transfusi darah. Stok darah yang tersedia di UDD/UTD tidak selamanya mencukupi kebutuhan secara jumlah maupun sesuai dengan spesifikasi jenis golongan darah pasien. Oleh karena itu, butuh sebanyak-banyaknya pendonor khususnya donor sukarela untuk melengkapi stok darah, karena kebutuhannya yang tidak bisa diprediksi. Hal itulah yang menjadi landasan semangat brand minuman isotonik yang sudah bekerjasama menjadi minuman hidrasi pendonor setelah darahnya disumbangkan untuk membantu PMI mengkampanyekan kembali reaktivasi donor darah.

Institusi seperti Rutan Praya, KSR Unram, PMR SMAN 5 Mataram, PMR SMK Kesehatan Qomarul Huda Bagu, PMI Kabupaten Lombok Tengah dan komunitas masyarakat di Desa Batrate, Desa Ubung, Desa Mas-Mas sudah berkomitmen bergabung dan telah menyelenggarakan kegiatan edukasi dan donor darah bersama anggotanya. Pada rentang bulan Juni sampai September ini, mereka bergantian telah menyelenggarakan kegiatan donor darah. Kedepannya diharapkan kegiatan reaktivasi donor darah ini bisa menyentuh semakin banyak komunitas dan institusi di Lombok, sehingga masyarakat bisa lebih tergerak dan bersemangat untuk mendonorkan darahnya. (r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional