Pocadi Islamic Center Mataram Semakin Ramai

Suasana ramai kunjungan Pocadi Perpustakaan Islamic Center Hubbul Wathan. Tampak anak anak usia dini berdatangan bersama guru guru mereka mencari bahan bacaan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pojok Baca Digital (Pocadi) Islamic Center Hubbul Wathan Mataram semakin ramai dikunjungi. Dalam beberapa hari terakhir, anak anak usia dini berdatangan bersama guru guru mereka mencari bahan bacaan.

Sebagaimana suasana kunjungan pemustaka Senin 8 November 2021, kemudian berlanjut kunjungan pemustaka pada Selasa, 9 November 2021, menambah suasana ramai Pocadi Islamic Center Hubbul Wathan Mataram.

Iklan
Salah seorang pelajar tengah mengakses materi edukatif di fasilitas yang tersedia di Pocadi tersebut. (Suara NTB/ist)

Seperti Pocadi Islamic Center mendapat tempat tersendiri di hati para pelajar. Setiap mereka pulang sekolah, anak-anak usia dini menyempatkan diri untuk singgah. Mereka memanfaatkan fasilitas yang ada, baik untuk membaca, maupun menonton video yang edukatif.

Penempatan Pocadi di Islamic Center (IC) Hubbul Wathan Mataram menurut Kepala DPK Provinsi NTB Julmansyah, M.Ap., sudah tepat. Sebab IC selain jadi tempat Ibadah Umat Islam, juga jadi pusat peradaban dan literasi Islam di NTB.

Pocadi IC kini ramai dikunjungi berbagai kalangan, pelajar mahasiswa hingga masyarakat umum. Pocadi dilengkapi dengan fasilitas penunjang teknologi, seperti jaringan internet free WiFi dan personal computer.

“Semua fasilitas ini bisa dipakai untuk akses bacaan. Ini cara kami edukasi agar masyarakat akrab dengan dunia literasi dan digital,” ujar Julmansyah.

Kabupaten Terpasang Pocadi

Sebagaimana Pocadi di Islamic Center, literasi terus ditularkan ke daerah daerah lain  dengan target semua Kabupaten dan kota memiliki pojok baca digital (Pocadi). Target ini akhirnya tercapai. Semua daerah tanpa terkecuali sudah memiliki Pocadi yang dipasang pada ruang ruang mudah diakses publik.

“Sekarang Pocadi sudah ada di semua daerah di NTB.  Sumbawa terakhir, terus Dompu, KSB dan Loteng, termasuk Kota Mataram di Karang Bedil,” kata Julmansyah.

Pocadi tersebut sudah ditempatkan pada lokasi yang mudah diakses publik, kecuali rumah sakit. Seperti taman kota, bandara, kantor bupati. “Saya kira itu pilihan pilihan tempat yang sudah tepat, karena mudah diakses publik,” kata Julmansyah.

Sehingga pelajar dan mahasiswa, generasi muda serta berbagai lapisan usia bisa mengakses kapan pun. Bantuan fasilitas dari Perpustakaan Nasional RI itu sudah mulai dirasakan manfaatnya untuk literasi masyarakat.

Sebelumnya,  Menteri Sosial (Mensos) RI, Tri Rismaharani, juga telah meresmikan Pocadi Paramita pada Kamis, 14 Oktober 2021. Pocadi itu dibangun di salah satu ruangan di gedung Paramita. Gedung ini disebut Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita, di Jalan TGH Saleh Hambali Nomor 339 Bengkel, Labuapi Lombok Barat.

Bersama Mensos RI yang didampingi Kadisos H. Ahsanul Khalik, peresmian juga ditandatangani Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando didampingi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah. (r)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional