PNS Polda NTB dan Istri Polisi Jadi Korban Dugaan Skimming ATM

Mataram (suarantb.com) – Seorang PNS di Polda NTB mengadukan kasus hilangnya uang di rekening miliknya secara misterius. Sebanyak Rp 4,5 juta uang miliknya raib secara misterius tanpa digunakan. Informasi tersebut didapatkan suarantb.com pada petugas Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda NTB, Senin, 24 Oktober 2016.

“Uang pelapor hilang secara misterius. Kejadian terjadi sekitar pukul 20.30 Wita, hari Minggu kemarin. Hilang bertahap, dari Rp 2 juta, kemudian hilang juga Rp 2,5 juta,” ujar salah seorang petugas yang tidak ingin disebutkan namanya.

Iklan

Sementara pada Minggu kemarin, SPKT Polda NTB juga menerima laporan dari salah seorang istri polisi. Korban kehilangan uang miliknya di rekening dengan jumlah Rp 10 juta. Kejadian ini menambah daftar kasus hilangnya uang nasabah secara misterius.

Siang tadi, sekitar sembilan orang korban yang kehilangan uang secara misterius, mengadu ke Bank BRI Kantor Cabang Mataram. Mereka mengalami nasib yang sama, kehilangan uang di rekening tanpa melakukan transaksi apapun.

Indikasi telah terjadi skimming pada ATM nasabah BRI dibeberkan Pemimpin BRI Kantor Cabang Mataram, Jaya Hardana. Menurut perkiraannya, alat skimmer dipasang jauh-jauh hari sebelumnya oleh pelaku kejahatan tersebut. Lalu kemudian alat tersebut dicabut setelah berhasil merekam nomor pin nasabah.

Sementara, Kasubdit II Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie, mengatakan hingga saat ini petugas kepolisian masih berkoordinasi bersama BRI Cabang Mataram guna menyelidiki kasus tersebut.

“Petugas kami masih di sana (BRI). Belum balik. Kita masih koordinasikan dulu dengan BRI,” ujarnya.

Kendati demikian Darsono belum berani memastikan kasus tersebut adalah kasus skimming, karena pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Kita belum berani memastikan, karena anggota masih koordinasi dengan BRI sehubungan dengan kejadian tadi. Anggota masih kumpulkan bukti-bukti yang ada di TKP dan yang dilaporkan,” jelasnya.

Hingga saat ini kasus tersebut terus diselidiki. Sementara pelapor kasus kehilangan uang secara misterius terus bertambah. Jika terbukti kasus tersebut adalah skimming, menandakan rentannya sistem pada perbankan terhadap pembobolan rekening nasabah. Hingga saat ini dua pelaku skimming telah berhasil diungkap kepolisian. Seorang warga Turki bahkan telah menjalani persidangan. Sementara bule asal Bulgaria telah dilimpahkan kasusnya ke Kejati NTB. (szr)