PNS Asal NTB ini Tak Pernah Merasa Rugi Jadi Peserta JKN-KIS

Narasumber : Umar Al Faruk

Selong (suarantb.com) – Hadirnya program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) membawa angin segar bagi masyarakat Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa hingga saat ini, tak sedikit yang terbantu dengan adanya Program JKN-KIS. Banyak dukungan yang dilayangkan masyarakat Indonesia terhadap program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan itu, salah satunya yang diberikan pemuda yang berdomisili di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Umar Al Faruk.

Faruq merupakan peserta JKN-KIS yang masuk ke dalam segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). Kendati hingga sekarang ia belum menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat, tapi ia mengatakan dukungannya terhadap kartu yang dominan berwarna hijau putih ini. Faruq yang kala itu menggunakan baju putihnya menyambut kedatangan tim jamkesnews dengan senyum ramah.

Iklan

“Saya adalah peserta JKN-KIS segmen PPU yang iurannya dibayarkan perusahaan dan gaji saya yang dipotong setiap bulannya. Tidak kenapa gaji saya dipotong, karena ini merupakan kewajiban saya untuk Negara, meski saya tidak pernah menggunakan JKN-KIS, saya tetap mendukung program ini karena selain memang diwajibkan oleh kantor di tempat saya bekerja, juga karena merupakan kewajiban kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan antisipasi apabila sakit nanti,” ceritanya.

Meski dirinya mengakui tidak pernah menggunakan kartu JKN-KISnya untuk berobat, menurut Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Provinsi NTB ini, dengan menjadi peserta JKN-KIS, merupakan suatu kewajibannya sebagai warga negara yang baik, di mana kewajiban Warga Negara Indonesia sebagai peserta JKN-KIS tertuang dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan sosial, di mana kepesertannya adalah bersifat wajib.

“Saya berysukur hingga saat ini tidak pernah menggunakan KIS untuk berobat. Namun, saya tidak merasa rugi sama sekali, karena selain merupakan kewajiban, juga bisa ikut bergotong royong menolong sesama yang membutuhkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan,” lanjutnya.

Lebih lanjut Faruq menyampaikan harapannya agar program JKN-KIS terus ada dan semakin dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh penduduk Indonesia. Dirinya juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk terus mendukung jalannya Program JKN-KIS sehingga makin banyak masyarakat yang terbantu dan dimudahkan untuk mengakses pelayanan kesehatan dimanapun dan kapanpun. (r/*)