PMII Sumbawa Dukung Pemberantasan Pembalakan Liar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Sumbawa mendukung upaya Pemerintah Daerah (Pemda) dalam memberantas aksi pembalakan liar yang kian marak terjadi. Mereka menyuarakan dukungan tersebut dengan turun ke jalan, Kamis, 15 September 2016 kemarin.

Puluhan massa memulai aksinya dari Lapangan Pahlawan Sumbawa menuju Polres Sumbawa. Kemudian menuju Kantor Bupati Sumbawa, dan berakhir di Kodim 1607 Sumbawa. Mereka menyuarakan dukungan kepada Pemda, TNI dan Polri dalam upaya pemberantasan pembalakan liar.

Iklan

“Kami mendukung upaya pemerintah daerah, TNI dan Polri dalam memberantas ilegal logging yang terjadi,” kata koordinator aksi, Muazi dalam orasinya di Kantor Bupati Sumbawa.

Mereka meminta Pemerintah mengusut tuntas pelaku hingga ke akar-akarnya. Termasuk menghukum komplotan mafia kayu seberat-beratnya. Kemudian diminta usulkan moratorium penerbitan izin penebangan kayu hutan di Sumbawa ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat. Selain itu PMII juga meminta Pemda, TNI dan Polri untuk menghentikan segala bentuk aktifitas penjarahan hutan di Sumbawa. Baik yang dilakukan perseorangan maupun kelompok. Serta memecat oknum pemerintah maupun aparat penegak hukum yang diketahui terlibat kasus pembalakan liar. Pemda juga diharapkan melakukan sosialisasi dampak pembalakan liar hingga ke segmen terkecil masyarakat Sumbawa.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishutbun Kabupaten Sumbawa, Ir. H. Ibrahim, M.Si menyampaikan pemerintah daerah sudah berupaya dalam memberantas pembalakan liar. Upaya tersebut terlihat dari dibentuknya Operasi Gabungan (Opgab). Meskipun demikian, peran dan dukungan masyarakat juga sangat diharapkan guna mencegah dampak yang ditimbulkan dari aksi tersebut.

Ia menjelaskan, jumlah luas hutan di Sumbawa sekitar 36 persen dari luas hutan di Provinsi NTB. Oleh karena itu, ketika kasus pembalakan liar ini terus terjadi, maka akan berdampak secara nasional. “Makanya kami tetap berkomitmen dalam memberantas ilegal logging ini,” ujarnya.

Saat ini, sambungnya, dimana-mana terasa kondisi sumber mata air yang ada di kawasan hutan maupun di luar kawasan sudah mengering. Tentunya ini akan berdampak terhadap keberlangsungan semua masyarakat. Untuk itu diharapkan semua pihak dapat menjaga lingkungan dan kawasan hutan. Yang nantinya dapat menjadi warisan yang membanggakan kepada generasi selanjutnya. “Oleh karena itu saya sangat terkesima oleh apa yang dilakukan Bupati, menghukum para pelaku bukanlah tujuan. Tetapi menghentikan kegiatan yang bertentangan dengan aturan-aturan hukum ini yang menjadi sasaran kita,” tukasnya.(ind)