PMI yang Pulang Langsung Dikarantina

Hariadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram terus berdatangan. Mereka harus menjalani karantina sebelum kembali ke rumah. Hal ini dilakukan menghindari penularan virus  corona.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Hariadi menyebutkan, kedatangan PMI sampai pertengahan Januari 2021 sebanyak 11 orang. Mereka berasal dari Kelurahan Banjar, Kekalik, Bertais dan Selagalas. Kebijakan pemerintah pusat para pelaku perjalanan dari luar negeri diwajibkan menjalani karantina sebelum kembali ke rumah masing – masing. “Jumlahnya 11 orang. Mereka langsung dibawa ke Asrama Haji untuk menjalani karantina,” kata Hariadi dikonfirmasi, Selasa, 12 Januari 2021.

Para PMI itu ada yang bekerja di Asia Pasific seperti Cina,J epang, Taiwan. Sebagian lainnya dari Malaysia dan Arab Saudi. Mereka pulang ke kampung halaman karena telah menghabiskan masa kontrak. Hariadi menambahkan, pemberlakuan protokol kesehatan diterapkan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Ketentuan itu sesuai kebijakan dari pemerintah pusat. “Pemberlakuan karantina sesuai kebijakan dari pemerintah pusat,” katanya.

Kedatangan pahlawan devisa itu tidak bergelombang. Terkadang dalam satu hari hanya satu PMI yang kembali ke daerah karena habis masa kontrak. Hariadi menambahkan, dari 11 orang PMI sebagian di antaranya telah diperbolehkan pulang. Dari hasil pemeriksaan kesehatan menggunakan metode swab antigen dinyatakan negatif. “Sebagian ada yang sudah pulang karena negatif,” tambahnya.

Para pelaku perjalanan keluar negeri terutama pekerja migran diharapkan mengikuti protokol kesehatan, sehingga kedatangan mereka ke daerah tidak membawa virus yang membahayakan bagi keluarga dan masyarakat sekitar tempat tinggal. (cem)