PMI yang Disiksa di Abu Dhabi Diduga Jadi Korban TPPO

Moh. Hirsan. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Adanya Pekerja Migran Indonesia (PMI), Jamilah asal Kecamatan Jerowaru yang diduga mengalami penyiksaan majikannya di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab menjadi atensi Pemda Lombok Timur (Lotim). Pihak pemerintah berjanji bakal memburu pihak sponsor atau tekong yang memberangkatkannya ke negara Timur Tengah tersebut. Korban diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Demikian disampaikan, Kepala Bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja (BPPT) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lotim, Moh. Hirsan, kepada Suara NTB, Senin, 7 September 2020. Dikatakannya, sampai saat ini Disnakertrans Lotim belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban dalam bentuk surat aduan yang ditujukan ke Disnakertrans Lotim.

Iklan

Dari sanalah kemudian akan dilakukan pencarian keterangan korban selama bekerja di luar negeri terutama apakah ada atau tidaknya perjanjian kerja atau kontrak kerja dengan majikan. Hal inilah yang akan menjadi point penting yang akan ditelusuri di samping mencari dan memastikan pihak sponsor untu diminta pertanggungjawabannya.

Setelah itu dikoordinasikan dengan pihak Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi untuk meminta bantuan dalam menelusuri kasus tersebut, sehingga ada kejelasan informasi yang didapat untuk disampaikan kembali kepada pihak keluarga korban. Namun terpenting sekarang bagaimana pihak keluarga membuat laporan ke pemerintah seperti apa yang diinginkan.

Hal itu yang menjadi dasar untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk dapat membantu korban dan keluarganya. “Saat ini dasar kita melakukan klaim kepada majikan yang tidak ada,”jelasnya.

Sementara dalam catatan kasus yang ditangani oleh Disnakertrans Lotim terkait permasalahan yang dialami oleh PMI ini. Biasanya pihak majikan sudah membeli PMI atau TKW tersebut dari agen, sehingga menjadi hak sepenuhnya majikan terhadap PMI tersebut. (yon)