PMI NTB Pulang Kampung Bawa14 Anak

Seorang PMI NTB pulang membawa anak. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat setidaknya ada 14 orang anak yang dibawa oleh Pekerja Migrant Indonesia (PMI) asal NTB yang pulang kampung di masa pandemi Covid-19 tahun 2021 ini. 14 anak  yang tiba-tiba dibawa pulang oleh PMI ini, diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk didampingi mendapatkan catatan kependudukannya sebagai warga negara Indonesia.

Kepala BP2MI Mataram, Abri Danar Prabawa mengatakan, BP2MI mulai melakukan pencatatan terhadap siapa saja yang dibawa pulang oleh PMI dari luar negeri. “Setidaknya sudah ada 14 anak yang ikut membersama PMI yang pulang dari luar negeri. Rata-rata di bawa oleh PMI perempuan yang pulang dari Malaysia,” kata Abri di ruang kerjanya, Selasa, 7 September 2021.

Iklan

Abri tidak merinci secara detail status anak-anak yang dibawa oleh PMI ini, apakah mereka anak-anak yang lahir dalam ikatan pernikahan yang sah, atau tidaknya. Yang terpenting kata Abri, anak-anak yang dibawa balik kampung ini bisa mendapatkan dokumen kependudukan sebagai warga negara Indonesia. Secara umum, data fasilitasi pelayanan kepulangan PMI yang melalui debarkasi Provinsi NTB pada Bulan Agustus 2021.

UPT BP2MI Provinsi NTB telah melakukan pendataan dan pelayanan kepulangan PMI sebagai bentuk pelayanan kepada para PMI yang kembali dari luar negeri dan arahan langsung dari Gubernur NTB dalam pendampingan kepulangan serta pencegahan penyebaran COVID-19 di Provinsi NTB. Pada bulan Juli 2021 sebanyak 1.447 orang, sehingga pelayanan pada periode Januari s.d Agustus 2021 adalah sejumlah 17.614 orang.

Berdasarkan data pelayanan kepulangan PMI dimaksud, disampaikan juga bahwa tercatat 27 negara penempatan bagi para PMI asal Provinsi NTB dan didominasi oleh negara yang secara tradisi menjadi tujuan PMI asal Provinsi NTB seperti Malaysia dengan 12.351 orang atau 70,88%, Saudi Arabia dengan 3.220 orang atau 18,48%, dan Uni Emirat Arab dengan 816 orang atau 4,68%.

Kepulangan PMI asal Provinsi NTB mayoritas adalah PMI yang telah menyelesaikan masa kontrak/cuti sejumlah 16.184 orang, diikuti PMI terkendala sejumlah 239 orang, CPMI Hasil Pencegahan sejumlah 182 orang, Jenazah PMI sejumlah 62 orang, PMI Sakit sejumlah 26 orang, anak PMI sejumlah 14 orang, dan CPMI gagal berangkat sejumlah 5 orang.

Penghitungan data tersebut, kata Abri, diperoleh dari pendataan dan fasilitasi yang dilakukan didebarkasi Provinsi NTB yaitu Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Bandara Sultan M. Salahuddin Bima, Pelabuhan Lembar Lombok Barat, dan Pelabuhan Bima. Terkait penanganan kepulangan PMI terkendala, UPT BP2MI Provinsi NTB telah berkoordinasi dengan Disnakertrans Provinsi, Kabupaten, dan Kota, Dinas P3AP2KB Provinsi NTB, Korem 162/Wira Bhakti, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, BRSAMPK Paramita Kemensos, dan Dinas Sosial Provinsi NTB untuk bantuan fasilitasi serta pendampingan kepulangan PMI. Kepolisian Daerah NTB untuk fasilitasi penanganan proses hukum dan Dinas Kesehatan serta KKP Kelas II Mataram untuk penanganan PMI sakit. (bul)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional