PMI NTB Dipulangkan, Satgas Covid-19 Karantina 170 Orang

PMI asal NTB yang dipulangkan dari Malaysia. Dari 223 PMI, sebanyak 170 orang langsung dikarantina oleh Satgas Covid-19 NTB di Asrama Haji Mataram selama lima hari. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 223 Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB kembali dipulangkan dari luar negeri. Mereka tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Sabtu, 9 Januari 2021. Dari 223 PMI tersebut, sebanyak 170 orang langsung dikarantina oleh Satgas Covid-19 Provinsi NTB di Asrama Haji Mataram.

Anggota Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Drs. Tri Budiprayitno, M.Si., sebanyak  223 PMI tersebut diterima oleh Help Desk UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram setelah memperoleh informasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP). Tri menjelaskan sebanyak 223 PMI tersebut ada yang menggunakan penerbangan domestik dan penerbangan internasional atau dari Malaysia langsung ke Lombok.

Untuk PMI yang menggunakan penerbangan domestik sebanyak  53 orang. Dengan rincian Kota Mataram 1 orang, Lombok Barat  6 orang, Lombok Tengah 25 orang, Lombok Timur 14 orang dan Sumbawa 7 orang.

Setibanya di BIZAM, 53 PMI tersebut  diperiksa kesehatannya oleh petugas KKP dan dinyatakan sehat. Selanjutnya para PMI didata oleh petugas Help Desk UPT BP2MI Mataram untuk kemudian pulang secara mandiri dengan kewajiban melapor ke desa setempat setibanya di daerah asal sebagaimana protokol pencegahan COVID-19.

Dijelaskan 53 PMI yang dipulangkan menggunakan penerbangan domestik itu  telah menjalani masa karantina setibanya di Indonesia. Dan telah melakukan pemeriksaan kesehatan test wab/PCR dengan hasil negatif.

Sedangkan 170 PMI asal NTB dengan enerbangan internasional langsung dari Kuala Lumpur Malaysia – Lombok. Dengan rincian, Kota Mataram 1 orang, Lombok Barat  14 orang, Lombok Tengah 89 orang. Selanjutnya, Lombok Timur  61 orang dan  Lombok Utara  5 orang.

Sebanyak 170 PMI yang pulang ini telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan dokumen keimigrasiannya. Selanjutnya para PMI tersebut didata oleh petugas Help Desk UPT BP2MI Mataram. “Kemudian diserahkan kepada Satgas Covid Pemprov NTB untuk dibawa ke Asrama Haji guna dilakukan Swab/PCR test dilanjutkan dengan menjalani karantina,” jelasnya.

Dijelaskan, pelaku perjalanan dari luar negeri (WNI) diwajibkan untuk dilakukan test swab/PCR  setibanya di Indonesia. Dan dilakukan karantina selama 5 hari sebelum  dilakukan test swab/PCR ulang. Hal itu mengacu Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19, No.4, tahun 2020, tentang protokol kesehatan perjalanan orang dalam masa Pandemi Covid-19. (nas)