PMI Mulai Berdatangan, Waspadai Penularan Klaster Baru

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah Pekerja Migran Indonesia (PMI) mulai berdatangan. Tim Gugus mengantisipasi ancaman klaster baru. Pintu masuk di bandara dan pelabuhan diperketat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Hariadi menyebutkan, sekitar 40 lebih PMI telah tiba secara bertahap di Kota Mataram. Mereka tiba dari latar belakang negara tempat bekerja. Seperti negara di kawasan Asia Pasific dan Arab Saudi.

“Sehari itu datang satu sampai dua orang,” sebut Hariadi dikonfirmasi lewat ponselnya, Senin, 18 Mei 2020.

Sebelum kembali ke daerah asal, petugas dari Kantor Karantina Kelautan dan Pertanian memeriksa kesehatan para penyumbang devisa negara tersebut. Uji usap atau swab dijalani PMI untuk memastikan tidak terinfeksi virus Corona. KKP akan memberikan kartu kuning atau surat keterangan sehat sebagai bukti ke daerah asal.

Meskipun demikian kata Hariadi, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram tidak bisa serta merta menjadikan surat keterangan itu jadi patokan. Pemeriksaan kesehatan kembali harus dijalani PMI.

“Tetap diperiksa disini walaupun sudah ada surat keterangan dari KKP,” kata Hariadi.

Mengantisipasi penularan kepala lingkungan, lurah dan camat diminta berperan aktif mengawasi PMI yang baru tiba di lingkungan. Jika memiliki gejala segera mengecek kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit. “PMI wajib isolasi mandiri selama 14 hari,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Drs. I Nyoman Suandiasa mengungkapkan, skenario telah disiapkan oleh tim gugus tugas dengan memperketat pengawasan di pintu masuk bandara serta pelabuhan dengan mendirikan pos pantau. PMI yang tiba akan menjalani tes cepat virus Corona atau rapid test. Hasil tes menunjukkan reaktif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan kesehatan dan menjalani karantina di Wisma Nusantara.

“Skenario disiapkan di BIL dan Pelabuhan Lembar. Pos pantau ada di sana,” kata Nyoman. Dikatakan, PMI pulang ke daerah asal memang telah mengantongi surat keterangan sehat dari KKP. Namun demikian, pihaknya juga ingin memastikan kondisi pasca tiba di daerah. Karena, klaster baru ini bisa jadi ancaman dan harus diantisipasi. “Iya, kita harus antisipasi jangan sampai ada klaster baru lagi,” tandasnya.

Sementara ini, jumlah pasien positif terinfeksi Covid-19 di Kota Mataram menjadi 140 kasus. Dengan rincian, 90 pasien sembuh, 47 masih dalam perawatan dan 3 orang meninggal dunia. Sementara itu,430 orang tanpa gejala, 175 pasien dalam pengawasan dan 65 orang dalam pemantauan. (cem)