PMI Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Petugas kesehatan melakukan swab terhadap PMI yang baru pulang dari Malaysia di Wisma Nusantara, tempat mereka dikarantina, Kamis, 4 Februari 2021.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tim Gugus Tugas Covid-19 melakukan rapid tes antigen Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram yang pulang dari luar negeri. Pemeriksaan kesehatan itu untuk memastikan para TKI tidak pulang membawa virus.

Tiga PMI yang pulang dari Malaysia, Rabu, 3 Februari 2021 yakni, Rozi warga Lingkungan Karang Kelok, Kelurahan Monjok Barat. Nurfian Hidayat warga Lingkungan Otak Desa, Kelurahan Dasan Agung dan Jamilah warga Kelurahan Mayura. Ketiganya telah habis kontrak di Malaysia dan dipulangkan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja.

Iklan

Setiba di Bandara Internasional Lombok, petugas dari Dinas Tenaga Kerja bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Kesehatan menjemput para pahlawan devisi negara tersebut. Mereka langsung menjalani isolasi mandiri di Wisma Nusantara di Jalan R. Suprapto, Kelurahan Dasan Agung Baru.

Selanjutnya, petugas dari Dinas Kesehatan melakukan rapid tes antigen. Satu persatu PMI diperiksa dokumen serta surat keterangan kesehatan yang dibawa dari negara tempat bekerja.

Nurfian Hidayat mengaku, sudah dua kali menjalani rapid tes antigen sebelum pulang dari Malaysia. Petugas kesehatan di Kota Pahang, Malaysia cukup ketat terhadap warga negara yang akan berangkat atau keluar dari negaranya. Belum lagi dokumen diperiksa oleh petugas maskapai di bandara. “Sudah dua kali di Malaysia. Kalau di sana sadis – sadis caranya periksa kita,” tuturnya.

Nurfian bersama rekannya Rozi bekerja di perkebunan sawit. Seharusnya mereka pulang bulan Juli 2020 silam. Tanpa sepengetahuannya kontraknya diperpanjang oleh manajer perusahaan tempatnya bekerja. Padahal, hasratnya ingin kembali ke kampung halaman. Karena kondisi di Malaysia tidak senyaman sebelum pandemi Covid-19. “Delapan bulan saya mau pulang terus. Tapi di tahan – tahan sama manajer perusahaan,” tuturnya.

Proses karantina dijalankan selama lima hari kedepan tidak dipersoalkan. Meskipun kerinduan bertemu dengan orangtua serta keluarganya tak bisa dibendung. Dia memahami kebijakan pemerintah untuk mengantisipasi penularan virus corona. “Kalau dibilang kangen dari dulu kangen sama keluarga. Tapi kita jalani dan enak juga tidur di sini,” jawabnya sambil tersenyum.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Hariadi, S.IP menyampaikan, PMI yang pulang ke daerah asal dari negara tempatnya bekerja harus mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan oleh tim gugus tugas penanganan covid-19. Mereka wajib menjalani isolasi mandiri atau karantina selama lima hari sebelum kembali ke lingkungan. “Kemarin tiga orang datang dari Malaysia. Kita jemput dan langsung karantina,” kata Hariadi.

Selain di karantina, tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan atau rapid tes antigen ke PMI. Tujuannya adalah memastikan bahwa mereka tidak membawa pulang virus. “Sehari setelah sampai langsung di-swab,” demikian kata Hariadi. (cem)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional