PMI Asal Lotim Pulang dalam Kondisi Memprihatinkan

Jamilah alias Inaq Wati (40) warga Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjalani perawatan medis di Puskesmas Jerowaru yang diduga menjadi korban kekerasan oleh majikan di Abu Dhabi.(Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Kekerasan terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali terjadi di luar negeri. Kali ini, kekerasan yang dilakukan oleh majikan dialami oleh Jamilah alias Inaq Wati (40) warga Dusun Poton Bako, Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Ia harus mendapat perawatan intensif di Puskesmas Jerowaru karena kondisinya yang cukup memperihatinkan diduga dianiaya majikannya sendiri.

Jamilah menceritakan peristiwa tragis yang dialaminya selama bekerja di luar negeri tepatnya di Abu Dhabi, Uni Emirat arab. Majikan tempatnya bekerja memperlakukannya tidak manusiawi. Selama bekerja ia disiksa terutama oleh majikan perempuannya dengan berbagai cara. “Kepala saya dibenturkan ke tembok hingga saya disiram pakai air panas,” terang Jamilah dalam sebuah video yang beredar, Minggu, 6 Juli 2020.

Ia bekerja menjadi PMI di Abu Dhabi selama tiga bulan. Selama itu pula ia mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya dari majikannya. Ia mengaku sudah melaporkan hal ini kepada pihak berwajib, namun belum ada titik terang yang didapatkannya mengingat keberangkatan, Jamilah melalui jalur ilegal atau tidak resmi. “Bahkan saya yang mau dipenjarakan karena saya berangkat dari jalur tidak resmi,” ungkapnya.

Selama berada di negara penempatan, Jamilah mengaku bekerja sebagaimana mestinya. Akan tetapi, haknya sebagai pekerja tidak diberikan sejak pertama bekerja. Untuk itu, ia berharap agar dapat dibantu oleh pemerintah dalam mengurus gajinya. Tak terkecuali pemberian sanksi atau hukuman terhadap majikannya yang sudah melanggar hukum.

“Kaki saya patah dipukul. Telinga serta wajah bengkak. Saya berharap pelaku dapat diberikan hukuman yang setimpal,” harapnya. Jamilah mengaku tidak mengetahui secara detail perusahaan yang memberangkatkannya waktu itu. Ia hanya diminta oleh pihak sponsor dan  menghubungkannya dengan Duta Besar Indonesia di Abu Dhabi. Atas dasar itulah kemudian Jamila tertarik untuk berangkat ke Abu Dhabi.

Jamilah berangkat dari Lombok ke Jakarta sekitar Bulan Juni difasilitasi oleh salah seorang sponsor atau Tekong. Ia kemudian transit di Jakarta sekitar sebulan kemudian berangkat dari Jakarta ke Abu Dhabi, sejak saat itu keluarga hilang kontak sama korban.

Sementara, pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Lotim, yang dikonfirmasi hingga sore kemarin belum memberikan respon atas adanya PMI Lotim yang kembali menjadi korban penganiayaan. (yon)