PMI Asal Lobar Dipulangkan dalam Keadaan Tak Bernyawa

Kerabat dari Mayudi, PMI yang merupakan warga Dusun Peseng Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung yang diduga dibunuh di Malaysia.(Suara NTB/her)

Giri menang (Suara NTB) – Satu lagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Lombok Barat (Lobar) yang meninggal di luar negeri. Mayudi, PMI yang merupakan warga Dusun Peseng Desa Taman Ayu Kecamatan Gerung, diduga dibunuh di Malaysia seminggu yang lalu. Pemuda berusia 25 tahun ini diduga dibunuh dengan cara ditusuk. Bahkan beberapa harta milik korban dibawa lari oleh pelaku. Sayangnya, hingga saat ini terduga pelaku belum berhasil ditangkap oleh pihak Kepolisian Diraja Malaysia. Pihak setempat masih melakukan pencarian pelaku. Diduga pelaku juga merupakan PMI asal Lombok.

Jenazah Mayudi tiba di rumah duka, Rabu, 26 Februari 2020 siang. Jenazahnya langsung dimakamkan oleh pihak keluarga di pemakaman dusun setempat. Munirah, ayah dari korban hingga kini tidak mengetahui pasti kronologi meninggalnya anak pertamanya itu. Ia sendiri mengetahui kejadian itu dari kerabatnya. Meski ia juga menjadi seorang PMI di Malaysia.“Saya tidak tahu masalah meninggalnya, saya dapat cerita dari kawan di sana. Kejadiannya itu Kamis, 19 Februari,” ungkapnya saat ditemui dikediamannya.

Iklan

Penyebab anaknya meninggal belum jelas. Sebab dari informasi yang diperoleh, anaknya itu meninggal entah karena perkelahian atau perampokan. Ia hanya mengetahui jika anaknya ditemukan sudah meninggal tertusuk di depan salah satu teman anaknya itu.“Saya berharap pembunuhnya bisa segera ditangkap dan dihukum,” tegasnya.

Ia menceritakan, anaknya sudah menjadi PMI sejak 8 tahun lalu. Saat itu, anaknya ikut bersama dirinya merantau ke Malaysia. Meski berbeda tempat kerja, anaknya tetap menjenguk dirinya. Bahkan malam sebelum ditemukan tewas keesokan harinya, korban sempat datang menemuinya.

Sementara itu, teman kerja korban, Ramli mengaku jika selama ini Mayudi tidak pernah memiliki musuh. Ia pun mengaku kaget mengetahui teman satu tempat kerja di kebun kelapa sawit itu tewas terbunuh. Padahal malam harinya, korban sempat datang ke konter HP-nya untuk membeli pulsa.“Kita belum tahu pasti juga (siapa pembunuhnya), soalnya kita tahu almarhum berkawan dengan siapa saja,” terangnya.

Menurutnya, saat ditemukan, jenazah korban hanya mengenakan celana pendek dengan tangan terlentang. Selain itu terdapat luka tusukan di bagian perut. Korban pertama kali ditemukan oleh temannya di depan rumah salah seorang kawannya yang lain. Namun dari informasi diduga korban dibunuh oleh sesama PMI. Selain itu, handphone, uang dan beberapa harta korban turut hilang. Ada kemungkinan korban dirampok ketika bertemu dengan pelaku yang mengajak minum-minuman beralkohol.“Tetapi tidak tahu pastinya,” jelasnya.

Kabarnya pelaku berjumlah 5 orang. Dan diduga merupakan PMI asal Lombok. Kini pihaknya berharap agar para terduga pelaku yang kabarnya sudah diketahui identitasnya itu segera ditangkap dan dihukum dengan seberat-beratnya. (her)