PLTS Senilai Rp2,4 Triliun akan Dibangun di Kawasan Samota

H.Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Program pembangunan di NTB tidak hanya menyasar di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika saja, tapi di seluruh NTB. Apalagi NTB memiliki potensi yang besar di bidang pariwisata, perikanan, pertanian dan perkebunan, terutama di Pulau Sumbawa, terutama di kawasan Teluk Saleh, Moyo dan Tambora atau dikenal dengan Samota.

Untuk menarik minat investor mengembangkan investasi di kawasan Samota, menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB Ir. Mohammad Rum, tahun 2022 ini akan dilakukan groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di kawasan Samota senilai Rp2,4 triliun. Pembangunan PLTS ini akan dilakukan PT. Dredolf Indonesia dan sudah meninjau ke lokasi pembangunan di kawasan Samota, Minggu, 9 Januari 2022.

Iklan

‘’Investor yang akan membangun PLTS ini sudah melakukan survei ke lokasi. Apalagi nanti penggunaan batubara akan dihentikan, karena akan kembali menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan. Jadi sangat penting rencana pembangunan  PLTS 2×100 MW dengan nilai investasi Rp2,4 triliun,’’ terangnya pada Suara NTB, Senin, 10 Januari 2022.

Menurutnya, keberadaan PLTS ini sangat penting berada di Samota. Ketika PLTS ini ada akan menjadi daya tarik bagi investor lain untuk mengembankan investasi di Samota, terlebih salah satu syarat investor ingin masuk satu kawasan adalah dengan tersedianya kepastian ketersediaan energi. Selain itu, tambahnya, energi yang ramah lingkungan dicari investor, di samping adanya  lahan clear and clean, perizinan usaha yang mudah dan gratis, termasuk konektivitas sudah terpenuhi di kawasan Samota

Kalau sudah ada PLTS ini, ujarnya, akan memberikan magnet bagi pengusaha lain untuk berinvestasi di Samota, terutama turunan atau ikutan usaha yang bisa dikembangkan di Samota.  Menurutnya banyak potensi yang bisa dikembangkan di Samota, seperti pariwisata dengan membangun resort atau hotel di kawasan ini, begitu juga jika ada investor yang membangun industri perikanan di Teluk Saleh, lokasinya sangat bagus.

Selain itu, jika ada investor yang akan membangun perusahaan berbahan baku jagung, potensi di kawasan Samota sudah lengkap, begitu juga pabrik pakan ternak, pabrik tepung dari bahan baku jagung, pabrik kosmetik. ‘’Semua usaha ini membutuhkan energi.  Potensi ini sudah kita tawarkan pada investor, baik dalam dan luar negeri,’’ ujarnya.

Pihaknya juga menjamin, masalah infrastruktur menuju Samota sudah tidak ada masalah. Untuk itu, pihaknya menegaskan pada investor sudah tidak ada keraguan bagi investor untuk menanamkan investasi di Samota, karena semua persyaratan untuk pengembangan investasi sudah terpenuhi. (ham)

Advertisement