PLTS Labangka Belum Diserahkan ke Daerah

Mataram (suarantb.com) – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Labangka di Kapupaten Sumbawa diakui Kepala Dinas Pertambangan dan Energi NTB, M Husni bukan hak milik pemerintah daerah, baik Pemprov NTB maupun Pemkab Sumbawa.

“Statusnya masih milik Kementerian ESDM belum diserahkan ke pemda, provinsi atau pun Kabupaten Sumbawa. Jadi masih kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya, Senin, 24 Oktober 2016.

Iklan

Alasan inilah mengapa proyek PLTS tersebut masih belum disentuh pihaknya.

“Itu kan bukan barang punya kita, nanti kalau kita perbaiki sana sini kan masalah. Bukan barang sendiri kok diperbaiki, nanti kan kena di anggaran,” imbuhnya.

Menurut Husni, PLTS tersebut bisa segera dimanfaatkan. Sertifikat layak operasi dari Ditjen Ketenagalistrikan sudah diperoleh dan diperlukan sedikit perbaikan. Saat ini memang tengah dilakukan penyidikan oleh Polres Sumbawa sehingga masih belum bisa disentuh,

Mengenai pemanfaatan PLTS ini, Husni mengaku telah mengajukan surat pada pemerintah pusat. Bahkan sudah diadakan pertemuan beberapa kali, termasuk dengan PLN.

“Sudah dilakukan pertemuan beberapa kali, dengan PLN juga sudah. Intinya Distamben minta segera dimanfaatkan,” pungkasnya.

Tetapi diakui Husni sempat ada rencana dari ESDM untuk melakukan interkoneksi dengan PLN. “Rencananya mau diinterkoneksi dengan PLN itu urusan mereka. Karena itu masih barang milik mereka,” tambahnya santai. (ros)