Plang Tanah Bersertifikat Masih Terpasang di Hutan Sekaroh

Plang yang ditancapkan oknum di atas lahan hutan lindung Sekaroh, Lotim bagian selatan, seolah-olah lahan di sana bersertifikat hak milik.(Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Plang bertuliskan tanah bersertifikat hak milik (SHM) di dalam hutan lindung RTK 15 Sekaroh, Lombok Timur (Lotim) bagian selatan, masih terpampang. Tidak begitu jelas siapa yang memasang plang tersebut.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lotim, Lalu Mandra Prawiranegara saat dikonfirmasi menegaskan, semua sertifikat di atas lahan hutan lindung Sekaroh tersebut sudah dibatalkan. Pembatalannya dilakukan massal sejak September 2020 lalu.

Menjawab Suara NTB, Kamis, 19 November 2020, Lalu Mandra menuturkan, pihaknya sudah datang langsung bersama jajaran pemerintah desa melakukan sosialisasi pembatasal sertifikat. “Semua batal,” ungkapnya. Berikutnya jika ada lagi yang mengajukan pensertifikatan tanah dalam kawasan hutan dipastikan BPN akan menolak permohonannya.

Terpisah, Kepala Resor Jerowaru KPH Rinjani Timur, M. Bayu menyatakan semua sertifikat menguatkan bahwa semua sertifikat di atas lahan sudah batal. Tidak boleh ada lagi warga yang mengaku-ngaku memiliki lahan bersertifikat hak milik di dalam kawasan hutan lindung.

Diakui yang terlihat masih terpasang plang namanya adalah lahan yang menuju Pantai Segui. Tepatnya berada di sebelah kiri jalan yang notabenenya memang merupakan kawasan hutan.

Sertifikat hak milik tersebut sudah dibatalkan oleh BPN. Sehingga atas alasan apapun tidak bisa lagi dijadikan alasan untuk bisa menguasai lahan tersebut.

Kondisi lahan di atas klaim sertifikat tersebut terlihat gundul. Tidak ada pohon besar yang tumbuh. Adanya hanya semak-semak belukar yang mengering. Terlihat pula di sekitarnya, lahan-lahan sengaja dibersihkan  warga persiapan masuk musim tanam jagung.

Kegiatan tanam jagung di dalam kawasan hutan ini tidak bisa dihindari pihak kehutanan. Tanaman musiman yang ditanam warga di dalam kawasan hutan ini sulit dicegah. Berbagai upaya sudah dilakukan. Akan tetapi warga kerap main kucing-kucingan dengan petugas. (rus)