PKT : Antisipasi Pembelian Pupuk “Palsu”

Bambang Setyo (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pupuk Kaltim (PKT) mengingatkan untuk mewaspadai peredaran pupuk berpotensi palsu. Masyarakat petanipun diharapkan harus menjadi konsumen cerdas. Ancaman peredaran pupuk palsu ini selalu ada. Ia dikatakan pupuk abal-abal, lantaran kandungan zat/senyawa pembentuknya yang tidak sesuai standar. Peredaran pupuk palsu ini kerap kali diungkap oleh aparat.

Meski tak mengkhawatirkan, Pupuk Kaltim mengingatkan harus tetap teliti. Jangan hanya melihat harga, keaslian produk adalah yang utama diperhatikan. “Dan imbauan kami kepada distributor dan pengecer, distribusikan pupuk-pupuk yang jelas perizinannya,” kata Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk Pupuk Kaltim, Bambang Setyo pada kegiatan Sosialisasi Knowledge di Mataram, Selasa, 30 April 2019.

Iklan

Berdasarkan Kepmentan No.237/Kpts/OT.210/4/2003, tentang Pedoman Pengawasan Pengadaan, Peredaran, dan Penggunaan Pupuk anorganik, pupuk palsu didefinisikan sebagai pupuk yang isi dan atau mutunya tidak sesuai dengan label atau pupuk yang merek, wadah, kemasan dan atau labelnya meniru pupuk lain yang telah diedarkan secara legal. Cara mudah menurutnya untuk membedakan pupuk palsu dan asli dapat dilihat dari izin yang tertera di karungnya. Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Nomor Registrasi Produk (NRP).

Petani diharapkan lebih teliti, Pupuk Kaltim juga turut memberikan pemahaman kepada petani agar dapat menganalisa pupuk yang terindikasi palsu dan pupuk yang benar-benar diproduksi oleh produsen yang diizinkan oleh pemerintah. Selain itu, kegiatan pengawalan juga dilakukan oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3).

Pemalsuan pupuk, terjadi karena beberapa hal. Permintaan tinggi dan terjadi kelangkaan. Soal kebutuhan, Pupuk Kaltim telah menjamin tidak terjadi kekurangan kebutuhan. Distribusi dari lini I (pabrik) ke lini II (gudang di provinsi) dan lini III (distributor) sampai ke lini IV (pengecer) kata Bambang terpantau sangat terkendali. Bahkan untuk NTB, di tingkat distributor dan pengecer, ada keharusan tersedianya stok minimal 2 minggu yang akan datang.

“Tidak ada masalah sebetulnya dengan stok. Perlu ketelitian. Dan media juga punya peran penting untuk memberikan pemahaman kepada petani,” ujarnya. Pupuk Kaltim seperti diketahui adalah BUMN yang bergerak di bidang pupuk,  merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia yang saat ini memiliki basis produksi di Bontang, Kalimantan Timur dengan kapastitas produksi urea 3,43 juta ton pertahun. Dimana, sebagian produksi bahkan telah dipasarkan ke Asia Tenggara dan Amerika Serikat.

Bahkan, Bambang Setyo jelaskan bahwa dari produksi 3,43 juta ton pertahun tersebut ada sekitar 785 ton untuk diekspor. Sedangkan produksi dari PT Pupuk Kaltim yang berdiri sejak tahun 1977 tersebut selain memproduksi urea namun juga pupuk jenis Amaniak sebanyam 2,74 juta ton pertahun dan jenis NPK 350 ribu ton pertahun.

“Jadi, sebetulnya tidak ada alasan untuk menggunakan pupuk yang disebut-sebut palsu. Karena produksi dalam negeri melimpah,” demikian Bambang. (bul)