PKS Dompu Minta Pemerintah Perhatikan Nasib GTT

Dompu (Suara NTB) – Hari guru nasional yang biasa diperingati setiap 25 November menjadi momen instrospeksi diri bagi semua pihak. Maju tidaknya suatu pendidikan sangat bergantung dari guru, menumpuknya guru pada sekolah tertentu masih menjadi masalah di Dompu. Peran guru tidak tetap (GTT) juga sangat besar, namun kesejahteraan masih dipandang sebelah mata.

Ketua DPD PKS Kabupaten Dompu, Nasaruddin, SH kepada Suara NTB, Kamis (24/11) mengatakan, momentum peringatan hari guru nasional tahun 2016 hendaknya menjadi momen evaluasi bagi semua pihak terhadap keberpihakan terhadap guru. Karena tampa guru yang berkualitas, kemajuan pendidikan akan sulit dicapai. “Selengkap dan sebagus apapun sarana pendidikan, tanpa didukung guru yang berkualitas, semuanya akan sia – sia,” katanya.

Iklan

Peningkatan sumberdaya manusia (SDM) guru harus menjadi prioritas pemerintah, selain membenahi sarana prasarananya. Memperbanyak diklat dan pelatihan bagi guru harus menjadi prioritas pemerintah. Agar pelaksanaan pelatihan lebih efektif, bisa menghadirkan tutor berskala nasional dan melibatkan banyak guru.

“Tentu guru itu sendiri harus juga punya kreatif untuk meningkatkan SDM-nya dengan memanfaatkan kemajuan teknologi,” harapnya.

PKS Kabupaten Dompu juga menyoroti masalah penempatan guru di Kabupaten Dompu yang masih menumpuk di sekolah tertentu. Sementara di sekolah – sekolah kecil dan terpencil, justru jarang ditempati guru negeri. Belum lagi sarana prasarananya yang terbatas, sehingga berimbas pada anak didiknya.

Agar tidak ada kesan politisasi dalam penempatan guru dan mendorong kemajuan pendidikan di daerah terpencil, Nasaruddin mendorong ada insentif khusus bagi guru yang ditugasi di sekolah terpencil dan sekolah kecil. Sehingga guru tidak merasa dibuang ketika ditempatkan di sekolah kecil, tapi lebih kepada rasa tanggungjawab akan kemajuan pendidikan. Pola ini harus juga diikuti dengan mekanisme mutasi yang tidak didasarkan pada factor suka dan tidak suka.

“Ketika guru ditugasi di sekolah terpencil, tidak lagi ada yang merasa dibuang,” kata Nasaruddin.

PKS juga mengingatkan pemerintah soal nasib guru tidak tetap (GTT). Karena di sekolah tertentu, minim guru negeri sehingga diisi oleh GTT.

Sementara kesejahteraan mereka hanya mengandalkan honor dari dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang diterima setiap triwulan dengan nilai yang relatif kecil.

Nasib GTT di SMA/SMK setelah ditarik kewenanganya ke Provinsi juga belum ada kejelasan. Ketika di daerah, honor mereka dibayarkan melalui dana BOS tambahan yang dialokasikan pemerintah daerah (Pemda), karena BOS murni tidak bias dimanfaatkan untuk gaji guru.

“Jangan sampai beralihnya kewenangan membuat nasib guru tidak tetap juga ikut tidak jelas. Harus diingat, keberadaan GTT sangat besar bagi kelangsungan pendidikan akibat keterbatasan guru,” ingat Nasaruddin.

Pada peringatan hari guru Nasional tahun 2016, PKS juga melakukan kunjungan pada guru yang cukup berjasa. Kunjungan pada guru ini juga dilakukan oleh semua anggota DPRD dari PKS. “Besok kita akan ada kunjungan ke beberapa sekolah dan guru dalam rangka peringatan hari guru nasional 2016. Bagi anggota Dewan, mereka akan kunjungi guru dan sekolah yang ada di daerah pemilihannya,” ungkap Nasaruddin. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here