PKS Dompu Jamin Usung yang Berpeluang Menang

Koordinator pemenangan Pilkada Kabupaten Bima dan Dompu DPW PKS NTB, H. Syamsuddin Majid (tengah) didampingi Ketua TPPD DPD PKS Dompu, Muhammad Taher, ST dan anggotanya di kantor DPD PKS Dompu, Sabtu, 15 Februari 2020.(Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Tim Pemenangan Pilkada Daerah (TPPD) DPD PKS Kabupaten Dompu menetapkan 3 bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Dompu di Pilkada Dompu tahun 2020 untuk direkomendasikan ke DPW PKS NTB. PKS dipastikan hanya akan mengusung satu diantara 3 bakal pasangan calon yang direkomendasi dan memiliki peluang menang.

Ketiga bakal pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati Dompu yang direkomendasikan DPD PKS Dompu yaitu Ir Muhammad Ruslan – Nasaruddin, SH., Arifuddin, SH – H Mulyadi, SH, MH., dan Abdul Kadir Jaelani – Hj Nurlaela Chaerunnisa, SE (AKUR).

Iklan

“SK-nya keluar, satu dari tiga yang kita usulkan. Jadi tidak ada istilah bisa potong kompas, potong jalur ke DPP. DPP menunggu usulan dari DPW. DPW menunggu usulan dari DPD,” kata Koordinator pemenangan Pilkada Kabupaten Bima dan Dompu DPW PKS NTB, H Syamsuddin Majid, SE didampingi Ketua TPPD DPD PKS Dompu, Muhammad Taher, ST dan anggotanya di kantor DPD PKS Dompu, Sabtu, 15 Februari 2020.

Keputusan TPPD DPD PKS Kabupaten Dompu ini dibuat setelah melakukan pendalaman langsung ke bakal pasangan calon Bupati dan wakil Bupati. Dari 5 orang yang mengembalikan berkas pendaftaran calon Bupati dan calon wakil Bupati di DPD PKS Dompu, hanya 3 orang yang memiliki pasangan dan direkomendasi ke DPW PKS. Ketiganya juga langsung hadir ke DPD PKS untuk didalami untuk pasangan, partai politik calon mitra koalisi dan lainnya.

Sementara 2 orang lain yang mengembalikan berkas pendaftaran yaitu Ir Arifuddin, MM (pengusaha di Semarang), dan Ifan Bustanuddin, SE, MM (pejabat eselaon II di Kabupaten Pati Jawa Tengah). Ir Arifuddin dilakukan pendalaman melalui telpon, tapi belum juga menentukan calon wakil Bupatinya. Ifan Bustanuddin yang dihubungi melalui telpon juga ndak bisa dihubungi dan data berkas pendaftaran juga belum tentukan calon wakilnya. “Jadi secara otomatis, ndak bisa kita proses lebih lanjut. Karena dia harus paket,” jelas H Syamsuddin Majid.

Anggota DPRD Provinsi NTB dari PKS dapil Kabupaten Bima dan Dompu serta Kota Bima ini juga menegaskan, proses TPPD yang menjaring dan merekomendasikan paket pasangan calon ke DPW sebagai jawaban bahwa PKS belum menentukan sikap di Pilkada Dompu. “Jadi kita tegaskan, PKS belum ada keputusan (arah dukungan), lagi proses,” katanya.

Posisi Nasaruddin, SH (Ketua DPD PKS Dompu) yang berpasangan dengan Ir Muhammad Ruslan, dikatakan H Syamsuddin, merupakan inisiatif sendiri calon, walaupun sudah ada komunikasi awal, tapi belum menjadi keputusan final. Sehingga PKS menyarankan ke Ir Muhammad Ruslan untuk tidak mengedarkan dulu stiker pasangan, tapi cukup stiker masing – masing figur. “Tadi kita sampaikan (ke Ir Muhammad Ruslan dan Nasaruddin, SH), agar menahan dulu stiker yang berpasangan, saling menghargai,” katanya.

Karena PKS hanya memiliki 2 kursi dari minimal 6 kursi keterwakilan di DPRD sebagai syarat pengajuan calon Bupati dan wakil Bupati, ketiga bakal pasangan calon Bupati dan calon wakil Bupati yang direkomendasi ke DPW ini adalah bakal pasangan calon yang memiliki dasar komunikasi dengan partai politik lain. Ir Muhammad Ruslan – Nasaruddin, SH telah melakukan komunikasi yang intens dengan Partai Hanura (2 kursi), PDI Perjuangan (1 kursi), dan Partai Berkarya (1 kursi). Ir Muhammad Ruslan juga tengah intens membangun komunikasi dengan Partai Demokrat (3 kursi).

Pasangan AKUR telah memperoleh surat tugas dari Partai Gerindra (4 kursi) untuk mencari partai politik minimal 2 kursi keterwakilan di Dewan sebelum dikeluarkan rekomendasi DPP Partai Gerindra, selain menunggu keputusan DPP PKB (4 kursi) dan DPP Partai Nasdem (4 kursi). Begitu juga dengan pasangan Arifuddin, SH – H Mulyadin, SH, MH juga intens membangun komunikasi dengan PKB (karena Dina Imayanti, STP, istri Arifuddin, SH anggota DPRD Dompu dari PKB), dan Partai Nasdem (karena H Mulyadin, SH, MH kader partai Nasdem). (ula)