PKS Buka Hasil Survei, Elektabilitas Selly-Manan Terus Menanjak

Yek Agil

Mataram (Suara NTB) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengungkapkan hasil survei internal yang mereka lakukan baru-baru ini di Pilkada Kota Mataram 2020, memperlihatkan tingkat elektabilitas pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Hj. Putu Selly Andayani-TGH. Abdul Manan (SALAM) mengalami tren peningkatan yang cukup signifikan.

Melihat hasil survei itu, PKS sebagai partai pengusung pasangan SALAM makin optimis, karena mereka dapat melihat peluang kemenangan makin terbuka lebar. Tinggal di masa kampenye ini, dioptimalkan, PKS meyakini pasangan Selly – Manan sudah di atas angin.

Iklan

“Hasil survei kita di kota Mataram, kita mungkin tidak ungkapkan detailnya, tetapi yang jelas kita dalam posisi on the track, naik terus ini. Kita tetap akan pertahankan tren ini supaya terus berlanjut sampai hari H pemilihan,” ucap anggota Tim Pemenangan Pemilu Wilayah (TPPW) PKS NTB, Yek Agil.

Diakui Yek Agil, memang untuk Kota Mataram, posisi teratas masih ditempati pasangan nomor urut 1, Mohan-Mujib, baru kemudian diikuti dengan selisih tipis di posisi kedua oleh pasangan SALAM. Namun demikian, hal tersebut tidak lantas membuat PKS pesimis, tapi malah sebaliknya.

“Survei itu bukan soal menang kalahnya, tapi yang paling penting itukan, bagaimana membaca hasil survei itu sendiri. Karena yang kita lihat di survei itu adalah peluangnya. Umpamanya walaupun posisi surveinya kita kalah, tapi ada peluang menang. Sebaliknya, meskipun posisi survei menang, tapi ada peluang dikalahkan, itu lebih bahaya lagi,” jelasnya.

Lebih lanjut disampaikan anggota DPRD Provinsi NTB itu, walaupun sejumlah calon mengeluarkan hasil survei masing-masing, dengan menempatkan diri sebagai pemenangnya, PKS tidak risau dengan hal tersebut. Pihaknya menghargai hal tersebut sebagai bagian dari cara kerja masing-masing calon dalam meraih simpati masyarakat.

“Saya kira kami punya cara kerja sendiri, dan masing-masing calon juga demikian. Dalam setiap hasil survei itu, kita harus berbaik sangka. Tapi kami tetap yang kita anggap sebagai representasi survei adalah survei yang kami lakukan,” katanya. Diungkapkan Yek Agil, lembaga survei yang mereka gunakan di Pilkada Kota Mataram dan daerah-daerah lainnya adalah lembaga survei Olat Maras Institut (OMI). Dimana hasil survei OMI dari pengalaman sebelumnya, tingkat akurasinya sangat tinggi, karena hasilnya selalu nyaris sama dengan hasil rill count KPU.

“Selama ini kami selalu menggunakan lembaga survei OMI. Kenapa OMI, karena kami sudah pakai dari sejak awal pada Pilgub 2018 dari awal sampai dengan menang, OMI  lah yang kita pakai sebagai surveyor kita sekaligus sebagai konsultan politik. Dari sekian hasil survei yang ada, yang paling mendekati hasilnya dengan rill count KPU itu adalah OMI,” pungkasnya. (ndi)