PKL Siswa SMK Tunggu Pandemi Covid-19 Berakhir

H. Muh. Yahya (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) –  Praktik Kerja Lapangan (PKL) di SMK tertunda akibat pandemi Covid-19. Pelaksanaan PKL siswa SMK di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) pada tahun ajaran 2020/2021 diperkirakan baru bisa dilaksanakan jika pandemi Covid-19 berakhir. Atau kemungkinan dialihkan seluruh pelaksanaan PKL pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Kepala Bidang Pembinaan SMK pada Dinas Dikbud NTB, Drs. H. Muh. Yahya, M.Pd., menjelaskan, pada awal pandemi Covid-19 di bulan Maret lalu, siswa yang sedang mengikuti PKL di DUDI langsung ditarik dari tempat praktik. Terkait dengan pelaksanaan PKL SMK di tahun ajaran baru ini, ada SMK yang menjadwalkan pelaksanaan PKL di semester ganjil dan ada juga yang menjadwalkan pada semester genap.

Iklan

Menurutnya, kemungkinan PKL dialihkan pelaksanaannya pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. “Mungkin nanti praktiknya di semester genap semua,” ujar Yahya.

Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, Umar, S.Sos., MM., menambahkan, pelaksanaan PKL SMK menunggu sampai pandemi Covid-19 benar-benar berakhir atau sudah aman kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa. Menurutnya PKL juga sulit dilaksanakan dalam waktu dekat karena banyak DUDI yang belum beroperasi dengan baik. “DUDI juga masih belum stabil,” ujarnya dihubungi, Rabu (22/7).

Siswa SMK yang mengikuti PKL biasanya ditempatkan di DUDI atau kantor pemerintahan sesuai dengan kompetensi keahlian mereka.

Sementara itu, terkait pelaksanaan praktik di SMK. Yahya mengatakan, pihaknya tengah menyerap aspirasi dari semua jajaran dan elemen di SMK. Ia sedang mempertimbangkan pelaksanaan praktik tetap dilaksanakan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan cegah penularan Covid-19. Hal itu dikarenakan tidak semua praktik bisa dilaksanakan secara daring.

“Banyak yang mengusulkan tetap melaksanakan praktik dengan menerapkan protokol kesehatan,. Tidak semua yang praktik bisa secara daring, misalnya menyambung kabel atau di bengkel tidak bisa daring,” katanya.

Pihaknya tengah menyiapkan konsepnya, nantinya selama fase transisi akan dilakukan simulasi. Dengan begitu, ketika memasuki pembelajaran di era kebiasaan baru sekitar bulan September nanti, sudah ada pola pelaksanaannya. “Kami juga ini sedang dan akan terus menerima masukan dari teman-teman, bahkan dari DUDI,” jelas Yahya.

Ia menargetkan setelah bulan September, pihaknya punya strategi untuk praktik SMK secara langsung di ruang praktik siswa. dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan mencegah penularan Covid-19. Yahya juga meyakini, penerapan protokol kesehatan saat praktik di SMK tetap bisa dilakukan, karena memang pelaksanaan praktik di beberapa kompetensi keahlian secara tidak langsung tidak dilakukan secara berkerumun.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Mataram, Ruju Rahmad, S.Pd., M.T., juga menyetujui rencana pelaksanaan praktik secara tatap muka setelah masa fase transisi. Ia menjelaskan, praktik sangat penting di SMK, karena siswa harus mengalami langsung tindakan yang berkaitan dengan skill atau kemampuan kompetensi yang dipelajari. Keterampilan praktik kejuruan tidak bisa hanya dilakukan dengan daring

“Siswa SMK harus diasah skill-nya supaya jadi kompeten di bidangnya masing-masing. Dengan hadir di sekolah mereka belajar Project Best Learning atau pembelajaran berbasis membuat produk nyata yang mulai dari perencanaan desain, proses pembuatan, dan kontrol kualitasnya didampingi oleh gurunya,” jelas Ruju. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here