PKL di Taman Loang Baloq akan Ditata

PKL depan taman Loang Baloq, Selasa, 25 Februari 2020. Dalam master plan penataan, PKL harus masuk ke dalam taman wisata. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Semua pedagang kaki lima (PKL) yang berada di depan taman Loang Baloq akan ditata. Penataan PKL itu akan coba diproyeksikan ke dalam area wisata taman Loang Baloq.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi mengatakan, setelah melakukan ekspose dengan Wakil Walikota Mataram belum lama ini, desain revitalisasi Taman Loang Baloq dinilai sudah bagus.

Iklan

Menurutnya, pengerjaan revitalisasi Taman Loang Baloq sudah jalani proses pelelangan. “Dananya sudah fix, Rp3,4 miliar untuk penataan Loang Baloq. Kalau kurang, nanti akan disempurnakan pada anggaran 2021,” kata Denny, Selasa, 25 Februari 2020.

Untuk PKL di luar Taman Loang Baloq kata Denny, akan dimasukkan ke area Taman Loang Baloq. Sesuai dengan master plan yang sudah ditetapkan untuk penataan Taman Loang Baloq sudah seharusnya PKL di luar Taman menempati lapak di dalam taman.

“Kita mau buat kayak di Lapak yang di Ampenan. Konsepnya, semua PKL harus di dalam area Taman,” ujarnya.

Salah satu PKL di pinggir jalan depan Taman Loang Baloq, Yuli mengatakan, kekhawatirannya jika harus dipindah ke dalam area Taman Loang Baloq. Karena, selama berjualan di luar Taman Loang Baloq, ikan yang ia jual selalu laris.

“Dalam sehari biasanya saya dapat Rp500 ribu sampai Rp800 ribu. Kalau pindah ke dalam Taman, saya yakin pembeli malas masuk. Kalau di luar kan banyak yang beli. Karena, kalau di luar mereka tak harus bayar parkir seperti kita masuk ke Taman Loang Baloq,” ungkapnya.

Yuli pun menolak jika harus dipindah ke dalam area Taman Loang Baloq. Mengingat, hampir enam tahun sudah ia berjualan di luar taman. “Malas aja kalau pindah. Tapi kalau itu kebijakannya pemerintah, mau tidak mau harus pindah,” pungkas ibu asal Tanjung Karang ini. (viq)