PKL di Lobar Keluhkan Kenaikan Harga Sewa Lapak

Para PKL RSUD Tripat didampingi APKLI saat menyampaikan keluhannya dan diterima oleh anggota DPRD Lobar, Kamis, 17 Juni 2021. Mereka menuntut sewa lapak dikembalikan seperti semula.

Giri Menang (Suara NTB) – Setelah pedagang di Narmada berteriak lantaran tarif sewa lapak dinaikkan sepihak ditengah kondisi pandemic, kali ini giliran para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di sekitar RSUD Tripat mendatangi kantor DPRD, Kamis, 17 Juni 2021. Mereka menyampaikan keluhan soal kenaikkan tarif sewa lapak yang diberlakukan sepihak oleh pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Para PKL sangat Keberatan dengan tarif baru sebesar Rp4 juta per tahun. Sedangkan sebelumnya hanya Rp540 Ribu. Mereka mendesak agar tarif sewa lapak tersebut dikembalikan seperti semula. Para pedagang yang didampingi oleh pengurus APKLI Lombok Barat ditemui Sektretaris Komisi II DPRD Lobar, Munawir Haris, ketua Komisi I Romi Rahman dan anggota lainnya seperti Tunik Hariani serta Baiq Nurjani.

Iklan

Pada kesempatan itu, Ketua APKLI Lobar menyampaikan keluhan pedagang soal tarif lapak yang menyusahkan pedagang.”PKL mengeluh tingginya tarif sewa lapak di depan rumah sakit Gerung,” tegas dia. Selain itu pinaknya meminta agar persoalan PKL di Tembolak (Perbatasan dengan Mataram) betul-betul dikawal. Kedepan pihak APKLI Juga berharap dilibatkan dalam berbagai program pembangunan, selain itu perlu pembinaan kepada PKL.

Sudi Astini, salah seorang PKL mengaku tarif sewa lapak itu awalnya Rp 540 ribu, tiba-tiba naik menjadi Rp4 juta. Ia mengaku sudah lama berjualan di sana, bahkan semenjak rumah sakit dibangun. “Semenjak Corona dinaikkan tarif Rp4 juta. Itu kami keluhkan. Kami minta tarif itu dikembalikan seperti semula,” imbuhnya. Ia mengaku kenaikan tarif ini tanpa sosialisasi pemberitahuan ke pedagang. “Tiba-tiba kami dikasih surat, tidak pernah diajak kumpul untuk sosialisasi,” keluh dia.

Lebih-lebih kondisi Pandemi situasi sepi. Ditambah lagi IGD dipindah pelayanan ke tempat baru. Sehingga pembeli pun sepi. Sementara ia harus menghidupi keluarga. Biaya hidup meningkat seiring kenaikan harga bapok. Ia sangat berharap kebijakan Pemda meringankan beban warga, “Kami minta agar tarif dikembalikan,” harap dia.

Soal keluhan PKL itu, politisi PAN Munawir Haris pun meminta agar OPD memberi solusi terhadap keluhan PKL. Karena pihaknya prihatin dengan kondisi saat ini, akibat pandemi perekonomian warga masih belum normal. Lebih-lebih kenaikan tarif ini belum ada sosialisasi kepada para pedagang. “Seharusnya paling tidak kumpulkan pedagang untuk disosialisasikan soal itu (tarif),” tegas dia. Kasus serupa juga terjadi di Narmada. Termasuk pihaknya meminta Bagiamana usulan APKLI agar dilibatkan oleh Pemda bisa diakomodir.

Kepala Disperindag Lobar, H. Sabidin menyampaikan alur berlakunya tarif baru tersebut mengacu Perbup. Mengacu hasil evaluasi yang dilakukan, ditemukan pelanggaran dalam pengelolaan lapak PKL ini. Tidak saja di depan RSUD Tripat, namun secara umum di Lobar. Di mana terjadi jual beli lapak di bawah tangan. Padahal mereka sudah MoU dengan Kepala Dinas bahwa lapak itu tidak boleh disewakan lagi.

Kemudian pinaknya mengumpulkan para Kades dan lurah untuk mensosialisasikan soal ini. Pihak desa pun ketika itu siap mensosialisasikan. “Tapi kami tidak tahu apakah kades dan lurah sudah sosialisasi ke bawah atau belum?,” jelas dia. Pihaknya juga mengumpulkan para PKL yang terdata untuk disosialisasikan soal tarif ini. Kemudian muncul tarif retribusi dan dikonsultasikan ke bagian hukum sehingga ditetapkan Perbup tarif baru ini.

Yang jelas, Pihaknya akan siap memberi solusi karena pihaknya mendukung apa yang menjadi aspirasi PKL. Karena Pihaknya harus memastikan perdagangan tetap berjalan. “Kami menyarankan agar pedagang, dalam hal ini APKLI bersurat ke pak bupati soal tarif. Karena perbup aturan retribusi itu dibuat dalam Perbup. Nanti kami pasti ditindaklanjuti, apakah nanti apakah diambil langkah merevisi perbup ini dengan alasan covid-19 atau disiasati pembayarannya,” imbuhnya. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional