PKL di Loang Baloq Menjamur

Mataram (Suara NTB) – Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) di sepanjang jalan Taman Wisata Loang Baloq semakin menjamur. Pedagang membangun lapak di atas trotoar jalan. Maraknya PKL ini belum mendapatkan perhatian serius. Untuk penertiban, Sat. Pol PP dan Camat Sekarbela saling lempar tanggungjawab.

Camat Sekarbela, Cahya Samudra, Senin (23/10) lalu turun dengan Satgas Dinas Perdagangan dan APKLI untuk mendata ulang dan menegur PKL yang berjualan di atas trotoar.

Iklan

Pendataan itu berkaitan dengan rencana relokasi pedagang ke dalam areal Taman Loang Baloq. Akan tetapi, masih menunggu kebijakan kepala daerah. “PKL berjualan ditrotoar sudah kita tegur,” kata Cahya, Kamis, 26 Oktober 2017.

Dikatakan, pihak kecamatan tidak bisa berbuat banyak untuk penertiban PKL. Perlu keterlibatan instansi teknis, seperti Dinas Perdagangan dan Satpol PP. PKL di Loang Baloq ini tumbuh bak jamur di musim penghujan.

Awalnya, jumlah mereka sekitar 20. Minat masyarakat untuk menikmati kuliner ikan bakar, justru menambah jumlah pedagang menjadi 50.

Pedagang yang umumnya masyarakat setempat, memilih membuat lapak permanen. Trotoar jalan jadi pilihan membangun, karena tak adanya lahan. Dinas Perdagangan pernah mewacanakan untuk merelokasi pedagang ke areal TWLB (Tawan Wisata Loang Baloq). Namun sampai saat ini tidak ada kepastian.

Kasat Pol PP Kota Mataram, Chaerul Anwar menerangkan, camat dan lurah memiliki peran terhadap penertiban PKL di Loang Baloq. Sebagai kepala wilayah, memiliki tanggungjawab terhadap masyarakat. Sehingga, ia meminta camat dan lurah untuk mengeksekusi.

“Gerakan penertiban harus seperti di PKL di Sandubaya itu,” kata dia.

PKL di Loang Baloq, selain melanggar aturan karena membangun di atas trotoar, juga merusak estetika kota. Pedagang membangun lapak permanen menggunakan bambu dan terpal.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, Lalu Alwan Basri dikonfirmasi mengenai rencana relokasi dan penertiban lapak PKL di Loang Baloq hingga berita ini ditulis enggan memberikan jawaban. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here