PKL dan Pemilik Toko Harus Berkolaborasi

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram memiliki komitmen memberikan ruang bagi PKL (Pedagang Kreatif Lapangan) menggunakan fasilitas umum sebagai tempat usaha. Dengan catatan, antara pedagang dengan pemilik toko saling berkolaborasi. Demikian disampaikan, Asisten II Setda Kota Mataram, Wartan, SH., MM, di ruang kerjanya, Rabu, 23 November 2016.

Kolaborasi dimaksud, kata Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Koperindag ini, PKL ingin menggelar dagangan di depan toko harus menunggu toko tutup. Dan biasanya aktivitas dilakukan mulai sore hingga malam hari. Ini dimaksudkan, supaya satu sama lain bisa saling menjaga.

Pemkot Mataram memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk berusaha. Fasilitas seperti lapak disiapkan dan tidak ada penarikan retribusi ke pedagang. Kelonggaran ini dengan catatan, pedagang tidak melanggar aturan dan memberikan kesan kumuh. “Kadang pedagang ada yang masih ninggalin rombongnya. Itu yang tidak boleh, ” sesalnya.

Pedagang sebenarnya sudah tahu aturan. Kadang ini tidak diperhatikan sehingga petugas terpaksa harus menertibkan. Pengawasan PKL menjadi kewenangan lurah dan camat. Sebab, Walikota telah melimpahkan sebagian kewenangan kepada lurah dan camat mengawasi PKL.

Katanya, penertiban lapak PKL milik Hardiana di Cakranegara oleh Satpol PP kemudian menimbulkan keributan sifatnya kasuistis. “Itu kan kasuistis. Jadi ndak perlu dikomentari,” katanya.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) pada Satpol PP Kota Mataram, sebelumnya memberikan peringatan kepada salah seorang pedagang di depan ruko SSB Cakranegara.

Pada penertiban Minggu malam itu, petugas sempat bersitegang dengan masyarakat. Mereka menolak ditertibkan bahkan mengancam petugas. Tak terima dengan surat teguran diberikan oleh PPNS, oknum anggota DPRD Kota Mataram ini mengambil dan merobek surat tersebut kemudian membakarnya.

Di satu sisi, Anggota Dewan, Akhmad Azhary Ma’ruf menjelaskan, PKL itu berjualan setelah toko tersebut tutup. Penggunaan lahan depan toko sebagai tempat berjualan PKL merupakan janji dari Pemkot Mataram. Dia mensinyalir ada praktik pungli yang dilakukan oknum tertentu terhadap para PKL. (cem)