PKKMB Stikes Mataram Gunakan Metode Campuran

Mahasiswa baru Stikes Mataram membagikan masker sebagai rangkaian kegiatan PKKMB. (Suara NTB/dys)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Pengenal Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) bagi mahasiswa baru tahun ini di hampir semua perguruan tinggi dilakukan dengan sangat variatif. Berbagai variasi itu dilakukan mengingat situasi dan kondisi pandemi.

Sebagaimana dilakukan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Mataram. Tahun ini PKKMB dilakukan menggunakan metode blanded atau campuran, yakni secara virtual dan offline.

Iklan

“PKKMB Stikes Mataram tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PKKMB tahun ini dilaksanakan dengan metode blended, daring dan Luring,” ujar Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Stikes Mataram Ns. Antoni Eka Fajar Maulana, M.Kep.

Khusus untuk yang bagian offline, dirangkai dengan kegiatan New Student Social Campaign Project. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan Stikes Mataram pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru tahun ini. Tujuan kegiatan ini adalah memastikan setiap orang yang ditemui mahasiswa baru memakai masker, jika ada yang tidak memakai masker, maka mahasiswa baru akan memberikan masker. “Dan membuka kalimat pakai maskernya ya bu, ibu selamat, semua selamat,” tutur Antoni.

Masker yang dibagikan disediakan oleh kampus dan sumbangan dari mahasiswa. Ada sekitar 1.000 masker yang habis terbagi di beberapa titik lokasi di sekitaran kampus, artinya masih ada 1.000 orang yang belum memakai masker. Ini adalah angka yang sangat mengkhawatirkan.

“Ada 1.000 masker yang kami bagikan, artinya ada 1.000 orang yang masih belum menggunakan masker hari ini. Angka yang buruk bagi kesadaran menggunakan masker,” paparnya.

Sebelumnya mereka turun langsung untuk survei kondisi yang sebenarnya di lapangan. Sebelum mereka turun, kita sudah briefing terlebih dahulu agar mereka juga memberikan contoh memakai masker yang benar, menjaga jarak di antara mereka dan tetap menggunakan sarung tangan atau memakai hand sanitizer selama proses berlangsung.

Sebelum turun ke lapangan, mahasiswa baru diberikan tugas bertajuk “Media Social Campaign Project”, di mana mahasiswa baru mengkampanyekan konsep konsep pencegahan penularan Covid-19, penggunaan masker, physical distancing dan mencuci tangan.

Pada kesempatan itu mahasiswa baru Stikes Mataram memastikan semua orang yang dilihatnya memakai masker, hal kecil yang mungkin dapat mengubah paradigma masyarakat, bahwa memakai masker adalah salah satu upaya melindungi mereka dari Covid-19 sekaligus memberi rasa aman bagi orang lain.

“Acara PKKMB dilakukan dengan protokol kesehatan ketat. Pake face shield, masker, sarung tangan. Pertemuan tatap muka hanya 2-3 jam di kampus dengan materi yang sangat penting termasuk kurikulum, metode pembelajaran serta menyusun Rencana Studi, sisanya dilakukan secara daring,” tegasnya. (dys)