PKB dan PKS Loteng Bangun Koalisi untuk Hindari Ancaman Gagal Usung Calon

Yek Agil (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Koalisi yang dibangun PKS dan PKB di Pilkada Kabupaten Lombok Tengah baru-baru cukup mengejutkan karana memberikan pengaruh besar terhadap perubahan konstelasi politik. Lantas muncul pertanyaan besar, ke mana arah dukungan koalisi kedua partai tersebut, yang hingga kini masih misterius.

Akan tetapi, belakangan ini terungkap alasan di balik terbangunnya koalisi kedua partai tersebut disebabkan kedua partai terancam tak dapat mengajukan pasangan calon ke KPU. Sebab sampai mendekati pendaftaran calon ke KPU, kedua partai dengan masing-masing calon yang diajukan, belum juga bisa menemukan mitra koalisi.

Iklan

Karena itu, untuk menyelamatkan partai bisa mengusung calon, maka kedua partai bersepakat untuk membangun koalisi terlebih dahulu. Baru kemudian setelah itu mereka akan membicarakan kandidat bakal calon yang akan mereka usung.

“Situasinya, kalau kami terus sibuk dengan calon sendiri, ada kemungkinan sampai menjelang akhir masa pendaftaran kami tidak bisa menemukan koalisi dan tak dapat mengajukan calon, karena partai lain belum tentu menerima calon kita juga. Sehingga kita balik, koalisinya dulu kita clear kan, baru cari calonnya, kalau sebelumnya kan calon dulu baru koalisinya,” ungkap politisi PKS, Yel Agil, Rabu, 5 Agustus 2020.

Disebutkan Yel Agil, hanya tersisa tiga partai yang memiliki lebih dari empat kursi yang belum jelas arah koalisinya yakni PKB, PKS dan PBB. Sementara ketiga partai ini memungkinkan membuat koalisi baru. Jika dari tiga partai ini terus sibuk dengan calonnya masing-masing, maka mereka berpotensi tak mendapat teman koalisi sampai akhir masa pendaftaran calon.

“Nah itulah yang kita ubah dengan PKB, kita sepakat tidak bawa calon, tapi kita sepakat dulu koalisi, setelah sepakat koalisi, baru kita cari calonnya. Kalau tidak begitu, maka kita terancam tak bisa mengusung calon,” kata anggota DPRD NTB dari dapil Lombok Tengah Utara ini.

Setelah terjalin kesepakatan koalisi, kedua partai pun kemudian bersama-sama merumuskan kandidat pasangan bakal calon yang akan mereka usung. Disebutkan Yel Agil, koalisi kedua partai telah menyiapkan tiga skenario di dalam menemukan figur pasangan calon yang pas untuk mereka usung.

“Kesepakatan opsi pertama kita proses calon yang sudah mendaftar di PKB dan di PKS. Nah ini kita diskusikan bersama mana kira-kira diantara calon yang sudah mendaftar ini kita bisa mencapai titik temu. Kalau opsi pertama ini ketemu, maka clear urusannya, tinggal kita bawa dia daftar di KPU,” katanya.

Kemudian opsi kedua, jika opsi pertama tidak bisa tercapai, disepakati kedua partai yakni PKB bawa calonnya, apakah sebagai calon Bupati atau Wakil, dan PKS bawa calonnya juga apakah sebagai bupati atau wakil bupati. Kemudian calon dari kedua partai ini akan dikawinkan.

“Kalau ternyata juga opsi kedua ini buntu, maka kita ke opsi ketiga yakni kita bersama-sama membuka pendaftaran ulang, pendaftaran baru, tapi dilakukan bersama-sama, tidak lagi sendiri oleh PKB dan PKS, pendaftaran dilakukan di koalisi,” jelasnya.

“Nah calon yang sudah mendaftar di PKB dan PKS sebelumnya bisa ikut lagi, dan juga yang belum pernah mendaftar di kedua partai sebelumnya juga bisa ikut. Kemudian kita bahas bersama,” pungkasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here