PJU dan Toilet Destinasi Wisata Dikeluhkan Wisatawan

Toilet di destinasi wisata di NTB (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Toilet yang tidak layak dan Penerangan Jalan Umum (PJU) di destinasi wisata masih menjadi keluhan wisatawan yang datang ke NTB. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc memerintahkan agar disiapkan toilet yang layak atau bersahabat dan lampu penerang jalan di kawasan wisata.

Gubernur menceritakan, ia memiliki pengalaman mengenai tidak adanya toilet yang layak di destinasi wisata. Ia mengatakan, pernah mendampingi temannya berwisata di salah satu desa di Lombok Barat (Lobar). Dari sisi keindahan alam, kuliner dan budaya, NTB sangat luar biasa.

Iklan

‘’Tapi sangat kecewa sekali dan kita pusing, susah mencari toilet yang layak. Terpaksa kita cari-cari masjid. Setelah itu toilet di masjid pun banyak yang tak layak,’’ tutur gubernur pada acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi di Kantor Dinas Pariwisata NTB, Jumat, 23 November 2018 pagi.

Gubernur mengharapkan, jangan sampai berbicara banyak tentang destinasi wisata tetapi masalah toilet masih belum bisa diselesaikan. Jika ada desa yang dijadikan desa wisata, Dr. Zul meminta agar toilet diperhatikan serius. ‘’Usahakan toiletnya bersahabat dengan yang akan mengunjungi,’’ tandasnya.

Termasuk juga lampu penerangan jalan umum di kawasan wisata. Gubernur mengharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait memperhatikan hal ini. Jika masalah PJU menjadi kewenangan kabupaten/kota, maka harus dikomunikasikan. ‘’Ini masukan yang bagus. Kita ndak usah menyalahkan kabupaten/kota. Nanti kita berkomunikasi,’’ tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Drs. H.L. Bayu Windia, M. Si menyatakan bahwa masalah PJU menjadi kewenangan Dishub, baik provinsi dan kabupaten/kota. Namun ada juga yang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tergantung status jalannya.

Jika jalan nasional maka menjadi kewenangan pusat. Kalau jalan provinsi maka tanggung jawab Pemprov. Sedangkan jika jalan kabupaten/kota, maka menjadi kewenangan Pemda setempat.

‘’Masalah PJU ini aspirasi masyarakat yang sudah meluas. Dan kita merencanakan tahun depan ada penambahan PJU,’’ kata Bayu.

Ia enggan menyebutkan anggaran yang diajukan dalam RAPBD 2019. Namun Bayu mengatakan banyak yang diajukan. Pembangunan PJU akan diprioritaskan pada kawasan padat penduduk dan kawasan wisata.

‘’Yang kita pikirkan lampunya saja, nanti nempel di PLN.  PJU ini kebutuhan publik. Bisa terlayani dengan PJU ini. PJU ini aspirasi publik yang meluas,’’ tandasnya.

Sebelumnya, General Manajer Sundancer Beach Resort & Spa Lombok, Nanang Supriadi menyampaikan langsung kepada gubernur persoalan minimnya PJU di kawasan wisata. Sekotong Barat yang terkenal  keindahan alamnya. Namun para wisatawan mengeluhkan jalan sepanjang daerah Sekotong yang masih gelap gulita.

‘’Sekotong Barat adalah tourism destination baru. Rata-rata tamu menginap mengeluhkan jalan yang gelap gulita. Ini menjadi konsen para pelaku pariwisata, bahwa perlu sekali mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten,’’ujarnya. (nas)