PJU Banyak Mati, Jalur ‘’Bypass’’ Bandara Rawan Aksi Kejahatan dan Kecelakaan

Jalur BIL ini gelap akibat lampu PJU mati. Kondisi menyebabkan jalur ini rawan aksi kejahatan dan kecelakaan. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Kondisi jalur bypass Bandara Internasional Lombok (BIL) I dan II di banyak titik gelap gulita lantaran lampu Penerangan Jalan Umum (PJU)nya mati dan tertutup dahan pohon. Akibat kondisi gelap gulita, jalan negara ini rawan terjadi aksi kejahatan, seperti penjambretan dan pencurian dengan kekerasan.

Pantauan koran ini pada Kamis malam lalu, banyak titik di jalur BIL ini gelap. Banyak lampu PJU mati, dan tertutup oleh dahan pohon. Ada juga lampunya kedap kedip, seperti lampu disko. Kondisi ini bahkan dimanfaatkan oleh para muda mudi sebagai tempat berpacaran. Di samping itu, hampir semua ornamen PJU yang terbuat dari tembaga hilang dicuri. Khususnya di jalur BIL 2, hampir semua ornamen sudah tidak ada. Tidak itu saja, pembatas jalan pada trotoar minim sekali, sehingga hal ini menyebabkan warga semaunya berbelok arah kendaraan. Tak jarang, aksi nekat warga memotong jalur melalui trotoar ini menyebabkan kecelakaan. Bahkan merusak taman yang ada di jalur tersebut.

Iklan

Hal ini pun menjadi sorotan Sekda Lobar Dr. H. Baehaqi. Berdasar hasil sidaknya ke jalur bandara tersebut, di bypass BIL 1 dan 2 yang masuk wilayah Lobar. Dari panjang Jalan sekitar 5 kilometer, hanya 36 PJU yang menyala. Malah di antara itu, ada 6 titik lampu yang nyala sebelah. Sedangkan untuk Bypass BIL 2, hanya 28 titik PJU yang tidak menyala. Dari total PJU 381, terdiri dari PJU pada bagian tengah sebanyak 127 tiang PJU, dan sisanya PJU di lajur kiri dan kanan.

Ditemui di kesempatan terpisah, Kepala Bidang Tata Kota pada Dinas Perumahan dan Permukiman H. Saifullah menjelaskan di Bypass BIL 1 ada 140 titik lampu, namun lebih dari seratus yang mati. “Problemnya ada di jaringan kabel bukan lampu. Ada konsleting di box panel di Sedayu. Kalau kita mau perbaiki, kita harus membongkar 1,5 kilo meter paving block karena itu jaringan bawah tanah,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lobar Iptu I Made Sugiarta mengatakan, terkait kondisi bypass yang gelap dan minim pembatas jalan menyebabkan terjadi kerawanan baik kecelakaan dan aksi kejahatan. “Di sana rawan kecelakaan dan kejahatan lainnya,” tegas dia. Sejauh ini tren kasus kecelakaan di jalur itu meningkat. Sejauh ini sudah terjadi lima kali kecelakaan tahun lalu.

Selain itu, kondisi jalan gelap menyebabkan kerawanan kejahatan. Pihaknya pun sudah menyampaikan semua persoalan ini. Untuk mencegah kerawanan ini harus didukung fasilitas memadai, seperti lampu jalan harus terang dan dipasang pembatas di akses jalan tersebut. Kaitan dengan itu, pihaknya sudah bersurat kepada Balai jalan Nasional agar segera memasangkan pembatas jalan. Surat itu ditembuskan Juga ke Dinas Perumahan dan Pemukiman agar dipasangkan lampu jalan. (her)