Pintu Masuk Pelabuhan Lembar Masih Terlalu Longgar

Warga meminta agar pelayanan Penyeberangan di pelabuhan Lembar ditutup sementara, Senin, 30 Maret 2020. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Warga mendesak agar pemerintah menutup atau membatasi akses pintu keluar-masuk melalui pelabuhan Lembar, menyusul adanya peningkatan wabah Corona di NTB. Hal ini penting dilakukan untuk upaya pencegahan penyebaran virus Corona.

Warga membandingkan pintu masuk pelabuhan Padangbai, Bali, yang sudah selektif menerapkan pendatang yang masuk ke Bali. Lebih-lebih jumlah warga yang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) meningkat di Lobar hingga 70 orang.

Iklan

“Pemerintah NTB harus membatasi atau kalau bisa menutup akses keluar masuk ke pelabuhan, karena rentan penyebaran itu dari sana (pintu masuk),” jelas warga Lembar, Lalu Ratmawe Wirajuna, Minggu, 29 Maret 2020. Menurutnya dengan adanya imbauan gubernur Bali melarang masuk melalui pelabuhan Padangbai, kecuali hanya yang ber-KTP Bali, maka seharusnya Pemda NTB harus melakukan itu juga. Apa yang disampaikan cukup beralasan, karena pemeriksaan petugas sensor Thermo gun itu tidak bisa mendeteksi semua penumpang. Karena alat pemeriksaan suhu tubuh hanya bagi pejalan kaki, sedangkan penumpang bus justru kurang bisa dijangkau.

Contoh kasus ketika kedatangan jemaah tabligh, banyak yang luput dari pendataan dan pemeriksaan. Buktinya ada dari daerah Gerung yang belum terindentifikasi. “Kami dari masyarakat harapkan agar pemerintah NTB melakukan yang sama seperti Bali,” tegas dia.

Satuan Pelaksana Pelabuhan Lembar BPTD XII Bali–NTB, Koda Pahlianus Nelson Dallo mengatakan, sejauh ini di Lombok belum ada kebijakan pembatasan penumpang melalui Lembar seperti halnya imbauan yang dikeluarkan oleh gubernur Bali di Padangbai. Pihaknya sendiri siap melaksanakan apapun kebijakan Pemda, termasuk jika kebijakan pembatasan diambil oleh gubernur NTB. “Belum ada kebijakan itu,”  jelas dia. Namun demikian tegas dia, pemeriksaan terhadap penumpang sangat ketat. Penumpang disemprot menggunakan alat bilik disinfektan sprayer yang sudah disiapkan tiga unit di Lembar.

Sementara itu Sekda sekaligus Ketua Satgas Tanggap Darurat Covid 19, Dr. H. Baehaqi mengatakan, jumlah warga PDP dan ODP di Lobar mengalami kenaikan. Sebelumnya 22 orang menjadi 70 orang. Terdiri dari tiga orang PDP dan 67 ODP. “PDP dan ODP naik menjadi 70 orang,” jelas dia. Untuk penanganan warga ini tetap di bawah kendali Diskes melalui Puskemas dibantu desa, puskesmas dan Tim relawan.

Warga yang pulang ini jelas dia tetap didata oleh RT, Kadus hingga kades berkordinasi dengan Babin dan babinkamtibmas. Selanjutnya warga ini akan diisolasi 14 hari di rumah, kalau ada gejala barulah dibawa ke puskesmas untuk ditangani. Terkait pelayanan penyeberangan di pelabuhan Lembar sudah dibatasi dibawah kendali otoritas pelabuhan dan KSOP. Selain itu sudah dipasang tiga bilik disinfektan sprayer di pelabuhan. “Jadi pelabuhan juga dibatasi. Pemeriksaan diperketat,” tegas dia. (her)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional