Pintu Masuk NTB, Lobar Waspadai Masuknya Varian Baru Covid-19

H. Ahmad Taufiq Fathoni (Suara NTB/her), AAN Putra Suryanatha (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Lombok Barat (Lobar) mewaspadai masuknya varian baru covid-19 yang diduga sudah menjangkiti daerah di Indonesia. Pasalnya daerah ini menjadi pintu masuk daerah luar baik dari Bali, dan Jawa menuju NTB. Untuk itu, perlu upaya pencegahan yang harus masif dilakukan tim di bawah hingga atas. Mulai dari desa harus serius mengaktifkan tim PPKM yang sudah diberikan insentif dari dana desa (DD).

Kabid P3KL Dinas Kesehatan Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan sejauh ini belum ada varian baru Covid-19 yang masuk di Lobar. Setahunya dari informasi yang diperoleh baru ditemukan di Bali. Namun demikian menurut dia, belum ada yang memeriksa virus varian baru di NTB. Karena itu pihak masih menunggu yang bisa memeriksa varian yakni laboratorium yang ditunjuk. “Kalau Lobar belum ada, Lombok ini memang belum di-update oleh Dikes Provinsi,” jelasnya, Kamis, 6 Mei 2021.

Iklan

Meski demikian pihaknya tetap ada kekhawatiran akan virus varian baru ini. Karena itu perlu dilakukan langkah memperkuat lagi satgas,tim PPKM, terutama tim di desa harus aktif, apalagi tim desa ini mendapatkan honor. Akan tetapi setiap ada kasus Covid-19, seperti apa langkah aktifnya. Intinya kata dia, ada di kecamatan bagaimana sistem di bawahnya. Sejauh ini angka kasus positif Covid-19 sebanyak 1.467 orang. 1.301 orang dinyatakan sembuh, 77 orang masih isolasi dan yang meninggal mencapai 89 orang.

Selain itu, pijakan mempercepat vaksinasi lansia. Sampai saat ini persentase mencapai 6 ribu orang atau 10 persen dari data lansia 62 ribu jiwa.

Direktur Rumah Sakit Awet Muda Narmada (RSAM) dr. AAN Putra Suryanatha mengatakan Sejauh ini dari pasien covid-19 yang ditangani belum ada yang mengarah pada varian baru Covid-19. “Tapi tetap harus waspada dengan kondisi saat ini. Sampai saat ini belum ada dilaporkan terindikasi Covid-19 varian baru,” jelasnya.

Pihaknya memiliki dokter spesialis yang peduli terhadap penanganan pasien covid-19 secara maksimal. Upaya pencegahan melalui promotif dengan penyuluhan di masyarakat. Pihaknya siap melakukan upaya kuratif (penanganan) pasien rujukan dari puskesmas. Pihaknya tidak hanya pasif, menunggu rujukan, namun menjaring pasien yang ke poli, IGD untuk melakukan skrining. ‘’Kalau ada pasien diduga terjangkit, maka langsung dilakukan pemeriksaan supaya tidak kecolongan,’’ terangnya.

Ia menyebut, sejauh ini ada 4 Kasus positif dan 9 suspect, sehingga total ada 13 pasien. Untuk penanganan pasien Covid-19 pihaknya bisa menampung 28 orang. Selain itu, pihaknya baru membangun ICU dan NICU. Untuk mengkoordinasikan fasilitas ini pihaknya dibantu dua alat ventilator. Kapasitas NICU sekitar 11 tapi tersedia 5 dan ICU ada delapan tempat tidur, tapi yang tersedia tiga. (her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional