Pinjaman PT SMI Berpotensi Berkurang

Lalu Martawang. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Rencana pinjaman dana ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) berpotensi berkurang. Anggaran dikucurkan akan disesuaikan dengan nilai kontrak pekerjaan serta pengadaan alat kesehatan. Proses administrasi mulai dipersiapkan sembari membangun komunikasi dengan Dewan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Lalu Martawang menjelaskan, persetujuan pinjaman oleh PT. SMI tidak akan membutuhkan waktu lama setelah rapat virtual sebelumnya. Pihaknya saat ini, sedang mempersiapkan proses administrasi untuk kesepatakan penandatanganan perjanjian kerjasama. “Dari pihak SMI mengusahakan secepatnya. Kita sih realistis, tidak mungkin pekan depan karena HUT Kota Mataram,” kata Martawang dikonfirmasi, Selasa, 24 Agustus 2021.

Iklan

Plafon pinjaman yang disediakan oleh perusahaan di bawah Kementerian Keuangan mencapai Rp125 miliar. Skenario terbaru riil pinjaman tergantung dari hasil tender atau lelang pekerjaan serta pengadaan alat kesehatan. Martawang mengatakan, apabila total pekerjaan menjadi di bawah Rp125 miliar, maka peluang pinjaman akan berkurang. “Yang jelas plafon pinjaman yang disediakan PT SMI Rp125 miliar,” sebutnya.

Untuk penyaluran dana pinjaman awalnya ditransfer 70 persen pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan. Dan, sisanya 30 persen pada APBD 2022 mendatang. Namun, PT. SMI ingin mentransfer keseluruhan pinjaman tersebut, tetapi pekerjaan harus dikerjakan multiyear. “Tinggal dana itu berada di kas daerah,” ucapnya.

Asisten I Setda Kota Mataram ini menyebutkan, dari dana Rp125 miliar akan dialokasikan Rp96 miliar untuk pembangunan gedung. Dan, sisanya Rp29 miliar untuk pengadaan alat kesehatan. Martawang tidak menyebutkan alat kesehatan apa saja yang akan dibeli untuk menunjang pelayanan di rumah sakit tersebut.

Ditanya apakah sudah ada persetujuan dari Dewan? Sejauh ini, komunikasi sudah dibangun dengan legislatif. Bahkan, rencana pinjaman tersebut sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional