Pinjaman PEN Rp750 Miliar, Proyek Jalan Ditargetkan Tuntas Desember, IGD Terpadu dan Trauma Center 2022

H. Ridwan Syah dan H. Lalu Herman Mahaputra (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menargetkan proyek percepatan jalan tahun jamak yang dibiayai lewat dana pinjaman program pemulihan ekonomi nasional (PEN) Daerah sebesar Rp250 miliar akan tuntas Desember mendatang. Sedangkan proyek pembangunan sejumlah jembatan yang masuk dalam pembiayaan pinjaman tersebut ditargetkan tuntas Mei 2022.

Sementara untuk proyek pengembangan RSUD NTB yang dibiayai lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp500 miliar ditargetkan tuntas 2022 mendatang. Untuk proyek pengembangan RSUD NTB, yang terdiri dari lanjutan pembangunan Gedung Trauma Center, Instalasi Gawat Darurat (IGD) Terpadu dan pengadaan alat-alat kesehatan (Alkes) dalam tahap menunggu ditetapkannya APBD Perubahan 2021 untuk memulai proses lelang.

Iklan

‘’Paling lambat Mei 2022, semua sudah terbangun baik jalan dan jembatan. Untuk jalan, Insya Allah Desember tahun ini sudah selesai,’’ ujar Kepala Dinas PUPR NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.S.c., M.T.P dikonfirmasi Sabtu, 4 September 2021.

Dana sebesar Rp250 miliar itu difokuskan untuk penanganan 13 paket proyek infrastruktur jalan dan jembatan provinsi. 13 paket proyek konstruksi jalan dan jembatan tersebut bukan saja dibiayai lewat dana pinjaman sebesar Rp250 miliar. Tetapi juga dibiayai lewat dana APBD NTB.

Ke-13 paket proyek konstruksi jalan dan jembatan tersebut sepanjang 85,49 km yang ditangani lewat PEN Daerah senilai Rp250 miliar dan Rp368,114 miliar menggunakan APBD. Total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan 13 paket konstruksi jalan dan jembatan tersebut sebesar Rp618,114 miliar lebih.

Dengan rincian, pertama, paket I : Masbagik – Pancor, Keruak – Pancor, Jembatan Maronggek sepanjang 10,78 km ditangani lewat PEN Daerah senilai Rp10,917 miliar. Sedangkan sisanya ditangani lewat APBD sebesar Rp15,235 miliar. Secara keseluruhan, anggaran untuk penanganan paket ini sebesar Rp26,153 miliar.

Kedua, paket 2 : Keruak – Labuhan Haji, Jembatan Korleko dengan total kebutuhan anggaran Rp28,76 miliar. Sepanjang 3,91 km ditangani lewat pinjaman dana PEN Daerah senilai Rp12,005 miliar, sisanya lewat APBD sebesar Rp16,754 miliar.

Ketiga, paket 3 : Batunyala – Sengkol, Kediri – Praya, Bengkel – Kediri dengan total kebutuhan anggaran Rp71,404 miliar. Di mana, sepanjang 6,72 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp29,807 miliar dan Rp41,596 miliar lewat APBD.

Keempat, paket 4 : Rembiga – Pemenang dengan total kebutuhan anggaran Rp34,902 miliar. Sepanjang 2,43 km  ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp14,57 miliar dan Rp20,332 miliar lewat APBD.

Kelima, paket 8 : Sejorong – Tetar – Batas KSB, Benete – Sejorong, Tetar – Lunyuk, Jembatan Sampar Goal, Jembatan Kokar Singko, Jembatan Mone II dan Jembatan Tetar, Kembatan Aik Keru III dengan total kebutuhan anggaran Rp70,688 miliar. Sepanjang 9,4 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp29,508 miliar dan Rp41,179 miliar lewat APBD.

Keenam, paket 9 : Pal IV – Lenangguar, Lenangguar – Lunyuk, Lenangguar – Batu Rotok dengan total kebutuhan anggaran Rp93,51 miliar. Di mana, sepanjang 17,79 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp31,72 miliar dan Rp61,79 miliar lewat APBD.

Ketujuh, paket 10 : Sumbawa Besar – Semongkat – Batu Dulang, Jembatan Kokar Labangka dengan total kebutuhan anggaran Rp47,401 miliar. Sepanjang 0,89 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp19,787 miliar dan Rp27,613 miliar lewat APBD.

Kedelapan, paket 11 : Sp. Kempo – Sp. Kore, Jembatan Boro I, Jembatan Boro II, Jembatan Oi Mori II, Jembatan Oi Mori III dan Jembatan Kawinda VI dengan total kebutuhan anggaran Rp31,685 miliar. Sepanjang 3,66 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp13,227 miliar dan Rp18,458 miliar lewat APBD.

Kesembilan, paket 12 : Sila – Bajo, Jembatan Oi Katupa III, Jembatan Oi Katupa V, Jembatan Oi Katupa VI, Jembatan Piong III, Jembatan Piong IV, Jembatan Piong V dan Jembatan Piong VI dengan total kebutuhan anggaran Rp33,003 miliar. Sepanjang 6,23 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp13,777 miliar dan Rp19,226 miliar lewat APBD.

Kesepuluh, paket 13 : Kiwu – Sampungu, Jembatan Sori Kari’I, Jembatan Kiwu, Jembatan Sori Sowa dengan total kebutuhan anggaran Rp36,363 miliar. Sepanjang 4,68 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp15,179 miliar dan Rp21,183 miliar lewat APBD.

Kesebelas, paket 14 : Karumbu – Sape, Talabiu – Simpasai, Simpasai – Wilamaci, Jembatan Lere III, Jembatan Lere V dengan total kebutuhan anggaran Rp33,066 miliar. Sepanjang 2,9 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp13,803 miliar dan Rp19,262 miliar lewat APBD.

Keduabelas, paket 15 : Jalan Gajah Mada Bima, Jalan Datuk Dibanta, Jembatan Salo dengan total kebutuhan anggaran Rp36,007 miliar. Sepanjang 4,77 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp14,739 miliar dan Rp21,268 miliar lewat APBD.

Dan terakhir, paket 16 : Bima – Tawali, Tawali – Sape dengan total kebutuhan anggaran Rp75,167 miliar. Sepanjang 11,33 km ditangani lewat dana pinjaman PEN Daerah sebesar Rp30,955 miliar dan Rp44,211 miliar lewat APBD.

Ridwan mengaku sudah mengecek ke lapangan progres pengerjaan proyek percepatan jalan tahun jamak tersebut. Sehingga, ia optimis pada Desember mendatang, proyek percepatan jalan yang dibiayai lewat dana pinjaman sebesar Rp250 miliar akan tuntas. Namun, untuk pembangunan jembatan akan tuntas Mei 2022.

Ridwan menjelaskan selama ini banyak keluhan masyarakat terkait dengan kondisi jalan dan jembatan provinsi yang rusak di wilayah Bima. Ia mengatakan khusus untuk wilayah Bima, terutama jalan lingkar utara kawasan Tambora dilakukan penanganan sepanjang 160 km, termasuk pembangunan jembatan.

“Termasuk juga wilayah selatan Bima, pengerjaan jalannya Desember juga akan selesai. Mulai dari Tente, Talabiu, Simpasai, Wilamaci semuanya selesai,” terangnya.

Mantan Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB ini mengatakan jika program percepatan jalan tuntas pada Mei 2022. Maka tingkat kemantapan jalan provinsi akan mencapai 87 persen. Selama masa konstruksi, diperkirakan proyek tersebut akan menyerap 3.505 tenaga kerja per hari.

Sementara itu, untuk proyek pengembangan RSUD NTB, pelelangan akan segera dilakukan. Pihak RSUD NTB masih menunggu ditetapkannya KUA PPAS APBD Perubahan 2021, yang sedang dibahas Pemprov bersama DPRD NTB.

“Kita masih nunggu KUA PPAS Perubahan. Karena anggaran itu harus masuk dulu. Kalau sudah masuk di sana, baru kita melakukan lelang MK (Manajemen Konstruksi), baru nanti lelang untuk pekerjaan fisik,” terang Direktur RSUD NTB, dr. H. Lalu Herman Mahaputra, M. Kes., M.H., dikonfirmasi Suara NTB di Mataram, pekan kemarin.

RSUD NTB telah membuat timeline terkait pengerjaan proyek pengembangan RSUD NTB senilai Rp500 miliar tersebut. Sesuai rencana, ditargetkan pembangunan fisik untuk lanjutan pekerjaan gedung Trauma Center yang berada di bagian belakang RSUD NTB akan dilaksanakan pertengahan Oktober mendatang.

Sedangkan untuk pembangunan gedung IGD Terpadu yang berada di sisi depan RSUD NTB direncanakan mulai pengerjaan fisik pada Desember mendatang. Pria yang akrab disapa Dokter Jack ini mengatakan lelang pekerjaan fisik akan dilaksanakan setelah tuntasnya lelang manajemen konstruksi (MK).

“Habis itu menyusul lelang fisik. Pekerjaan fisik ada dua, di bagian belakang dan depan. Pembangunan lanjutan belakang sekitar pertengahan Oktober sesuai timeline. Kemudian, akhir Desember untuk pekerjaan fisik gedung yang di depan. Diharapkan tahun depan jadi semuanya,” jelas Dokter Jack.

Dokter Jack menyebutkan dari anggaran sebesar Rp500 miliar tersebut. Sebesar Rp350 miliar digunakan untuk pembangunan fisik, sedangkan sisanya untuk pengadaan alat-alat kesehatan. Tahun 2021, ditargetkan anggaran sebesar Rp500 miliar tersebut terserap sebesar 35 persen. Sedangkan sisanya tahun depan.

Dana pinjaman sebesar Rp500 miliar untuk RSUD NTB dipergunakan untuk melanjutkan pembangunan Gedung Trauma Center dan IGD Terpadu. Untuk pembangunan Gedung Trauma Center dialokasikan sebesar Rp83 miliar, sedangkan IGD Terpadu dan alat kesehatan sebesar Rp417 miliar. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional