Pinjaman Kredit PT PDM Diusut, Pembangunan Perumahan Dihentikan

Masrin Ahmad (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Proses pembangunan perumahan BTN di Kelurahan Kandai Satu Dompu masih belum ada aktivitas di lokasi pembangunan. Penghentian sementara pembangunan perumahan diduga semakin intensnya pemeriksaan atas kasus pinjaman kredit PT Bank NTB sebagai sumber pembiayaan. Pihak PT PDM sebagai pengembang juga tidak terlihat aktivitas di kantornya dan hanya ada penjaga di lokasi pembangunan perumahan.

Masrin Ahmad, penjaga di pintu masuk BTN Kandai Satu Dompu kepada Suara NTB, Senin,  22 Oktober 2018 mengakui, aktivitas pembangunan di lokasi perumahan terhenti sejak intensnya pengusutan kasus pinjaman kredit pembiayaan oleh kejaksaan beberapa bulan terakhir.

Iklan

Beberapa tim dari Mataram pun turun mengecek pembangunan perumahan dan beberapa memberikan apresiasi karena luas bangunan, lahan dan lokasi perumahan. Bahkan diantara tim yang turun menyebut, pihak perusahaan akan untung dari pinjaman kredit bank bila menyelesaikan pembangunan 60 unit rumah yang ada. Terlebih lokasinya rata dan tidak banyak timbunan masuk. “Tapi kita ndak tau (kebijakan perusaan),” ungkapnya.

Tidak hanya tim pemeriksa, warga yang minat terhadap perumahan BTN ini pun banyak melihat kondisi perumahan. Beberapa yang sudah menyelesaikan administrasi kepemilikan BTN juga ingin cepat – cepat menempati rumah. “Bahkan ada yang minta dicarikan bor (dalam) untuk airnya, saking ingin cepat tinggal. Mereka mau penting sudah dipasangkan jendela, pintu dan keramik,” tuturnya.

Namun, dikatakan Masrin, perusahaan sudah membangun 40 unit rumah tipe 36 dengan luas lahan 1,5 are per unit. Delapan belas unit diantaranya sudah rampung hingga pengerjaan atap. Bangunan ini tinggal pemasangan pintu, jendela, tehel, dan aliran listrik. Sisanya 22 unit rumah sudah selesai hingga tembok dan tinggal plester tembok, atap, dan pekerjaan tahap akhir. “Bahannya sudah ada semua di dalam (gudang). Tegel dan lain – lain. Tinggal dikerjakan saja,” jelas Masrin.

Sisanya 20 unit rumah direncanakan sebelah selatan dari lokasi bangunan rumah tipe 36. Namun tipe besar ini baru pengerjaan pondasi sebagiannya. Rencananya, ada 1 ribu unit rumah akan dibangun di kawasan pemukiman yang sudah memiliki akses jalan tembus ke Desa Kareke Dompu.

Pihak perusahaan yang hendak dikonfirmasi terkait berhentinya pembangunan perumahaan sejak pemeriksaan oleh kejaksaan, tidak ada yang bisa dikonfirmasi. Kantornya yang ada di Bada Dompu tampak tutup dan tidak ada aktivitas. Sementara calon pemilik rumah dikabarkan sudah banyak menyelesaikan administrasi untuk kepemilikan rumah. Sesuai perjanjian, cicilan bank baru akan dibayarkan setelah serah terimah rumah. (ula)