Pinjam Lahan, PKL Belakang RSUD NTB Ditata

Mataram (Suara NTB) – Sebelumnya keberadaan PKL di belakang RSUD NTB cukup semrawut. Namun setelah dipinjami lahan dan membangun lapak secara swadaya, kini PKL menjadi lebih tertata. Lurah Babakan, Abdul Rauf kepada Suara NTB menyampaikan pihaknya diizinkan menempati lahan milik salah satu perusahaan. Lahan tempat berdirinya PKL ini merupakan eks TPS liar.

“PKL sudah kita tertibkan dan kita diizinkan pinjam pakai lahan sementara,” ujar Rauf kemarin. Pinjam pakai lahan ini hanya diberikan selama satu tahun, terhitung sejak Januari sampai Desember 2017. “Kita buat kontrak selama satu tahun dari 1 Januari sampai 31 Desember,” imbuhnya.

Iklan

Setelah diberikan izin menempati lahan tersebut, Rauf kemudian melakukan penataan lapak. Biaya penataan lapak ini berasal dari masing-masing PKL. Jumlah lapak yang dibangun sebanyak 28. Ia pun memastikan para PKL tidak dibebankan uang sewa terhadap penggunaan lahan tersebut. “Tanpa ada pungutan sepeser pun dari mereka (PKL). Itu sifatnya pinjam pakai, bukan sewa,” jelasnya. Hanya saja pemilik lahan memberikan syarat bahwa kawasan tersebut harus dijaga dan tidak boleh dibuat kumuh.

Pedagang juga harus berjualan dengan tertib dan tidak mendirikan lapak di dekat badan jalan. Jika nantinya ada PKL yang berjualan di luar lahan tersebut, Rauf mengatakan para PKL telah bersepakat akan saling mengawasi. Jika ditemukan, mereka nantinya yang akan menegur PKL yang mendirikan lapak di pinggir jalan.

Keberadaan RSUD NTB yang sebenarnya berada di Kelurahan Dasan Cermen tersebut memberi dampak yang besar terhadap warganya. Warga Babakan yang awalnya tak punya pekerjaan kini bisa berjualan. “Yang awalnya tidak punya pekerjaan sekarang bisa meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” ujarnya. PKL yang berjualan di belakang RSUD NTB tersebut bukan hanya dari Babakan, tapi ada juga dari Dasan Cermen dan Pagutan. Bagi PKL yang tidak mendapatkan lapak, mereka tetap berjualan di lahan tersebut. “Kita buatkan di pinggir dan menggunakan payung dari kain. Kita rapikan tempatnya walaupun tidak pakai atap,” jelasnya. Jumlah pedagang secara keseluruhan sebanyak 32 orang.

PKL ini tak hanya berjualan pada siang hari, tapi juga sampai malam. Untuk itu ia meminta kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kota Mataram agar menambah penerangan di sekitar jalan tersebut. Pihaknya pun telah bersurat ke Dinas PKP terkait permintaan ini. (ynt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here