Pilkada Sumbawa, Demokrat Beri Sinyal Dukung Nurdin

Nurdin Ranggabarani diterima Ketua DPD Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri didampingi Sekretaris, Zainul Aidi dan anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB foto bersama usai membahas format koalisi di Pilkada Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Konstelasi politik di perhelatan Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020 terus bergerak dinamis. Sejumlah figur kandidat bakal calon dan partai politik makin gencar bermanuver dalam rangka merumuskan bangunan koalisi dan paket kandidat bakal pasangan calon yang akan diusung.

Rabu, 12 Februari 2020, kandidat bakal calon Bupati Sumbawa, Nurdin Ranggabarani bertandang ke Kantor DPD Partai Demokrat NTB di Mataram. Ia diterima langsung oleh Ketua DPD Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri didampingi Sekretaris, Zainul Aidi, Bendahara, anggota Fraksi Demokrat DPRD NTB dan pengurus harian terbatas lainnya.

Iklan

“Nurdin Ranggabarani datang bersilaturrahim untuk melaporkan keinginan dia ikut menjadi calon Bupati di Pilkada Sumbawa 2020 dan sudah mendaftarkan diri dalam penjaringan balon di DPC Demokrat Sumbawa. Dia juga minta petunjuk dan arahan akan apa-apa yang perlu dilakukannya sehingga Demokrat berkenan mengusungnya,” ungkap Mahalli Fikri yang ditemui usai pertemuan tersebut.

Lebih lanjut disampaikan Mahalli, berdasarkan hasil survei awalnya, posisi elektabiltas Nurdin memperlihatkan nilai yang cukup signifikan, yakni nomor dua setelah Bupati Sumbawa, Husni Djibril. Bahkan ketika disimulasikan dengan sejumlah kandidat lainnya, posisi Nurdin tetap bertengger di posisi urut dua. Berbeda dengan figur lain terjadi perubahan.

“Karena itu bagi DPD Demokrat NTB, Nurdin ini punya  skor cukup tinggi dan lebih dibandingkan dengan balon lainnya. Sekarang tinggal bagaimana Nurdin bisa meyakinkan Demokrat. Besar kemungkian Demokrat akan mengusung dia,” ujar Mahalli

Karena itu, jika koalisi Demokrat dengan PPP terjalin sudah bisa mengusung paket pasangan calon, tinggal merumuskan siapa yang bakal jadi wakil Nurdin. “Dia adalah kader partai yang memiliki kursi jumlahnya cukup untuk mengusung paslon, bila antara Demokrat bersepakat dengan PPP. Pribadi Nurdin juga sangat dekat dengan kader utama Demokrat baik di tingkat DPD maupun DPC,” sebut Mahalli.

Namun demikian ditegaskan Mahalli bahwa keputusan siapa balon yang akan diusung Demokrat dalam pilkada 2020 di Sumbawa dan daerah lainnya di NTB, tetap akan ditetapkan oleh DPP dan yang menjadi pertimbangan paling mendasar adalah hasil survei dari kembaga survei yang kredibel. “Karena itu semua bakal calon yang mendaftar di Demokrat diwajibkan mengikuti survei terlebih dahulu, baru ditetapkan dan diberikan rekomendasi,” katanya.

Sementara itu, Nurdin sendiri sangat berharap bisa didukung Demokrat. Sebab  koalisi Demokrat – PPP dengan sembilan kursi sudah memenuhi syarat untuk mengusung paket pasangan calon. Bahkan dengan format koalisi Demokrat – PPP itu, bisa lebih leluasa dalam merumuskan paket pasangan bakal calon yang akan diusung.

“Kalau PPP dengan Demokrat ini klop, maka peluang menang kita lebih besar. Karena kita bisa tentukan figur wakil itu jauh lebih merdeka dan leluasa, plus minusnya bisa kita lihat, bahkan bisa lewat mekanisme survei dulu, yang kira-kira mana yang bisa mengangkat. Sebab kita tidak dalam posisi cari tiket lagi, beda soalnya dengan orang yang cari pasangan sambil cari tiket,” katanya. (ndi)