Pilkada Serentak Efektif Tekan Perjudian Politik

Mataram (suarantb.com) – Keputusan pemerintah untuk melaksanakan Pilkada dengan cara serentak dinilai efektif menekan angka perjudian politik. Hal itu akan berdampak pada semakin kondusifnya suasana Pilkada.

Demikian dikatakan Pengamat Politik NTB, Dr. Kadri, M.Si dalam  acara diskusi mingguan KPU NTB dengan tema “Meneropong Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Tahun 2018 Ditinjau dari Regulasi Yang Berlaku Pada Pilkada 2017” di Mataram,  Senin, 21 November 2016.

Iklan

Menurut Kadri, ajang judi pada kegiatan Pilkada menjadi rahasia umum pada perhelatan politik secara umum, tak terkecuali di NTB. Hal itu menjadi salah satu penyebab sering terjadinya situasi politik yang tidak kondusif. Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa aktor dari praktik perjudian tersebut seringkali para oknum yang menguasai dana. Memiliki kemampuan finansial di atas rata-rata masyarakat pada umumnya.

“Pilkada tidak serentak bisa memobilisasi penjudi politik dari Pilkada satu ke Pilkada yang lain. Dengan Pilkada serentak mobilisasi judi dan kekuatan jahat agak sedikit diminimalisir. Ini saya kira yang menjadi alasan kebijakan Pilkada serentak dilakukan,” ujar Kadri.

Selain itu, dampak lanjutan yang ditimbulkan oleh kondisi tersebut membuat suasana penyelenggaraan Pilkada berlangsung secara efektif dan efisien. “Pilkada serentak lebih efektif dan efisien,” katanya.

Dengan terciptanya kondisi itu, lanjut Kadri, dalam investasi politik, juga berdampak pada semakin selektifnya para pemilik modal dalam mengalokasikan dananya. Mereka akan lebih memilih daerah-daerah yang peluang investasinya paling menjanjikan. Siklus tersebut diyakini Kadri bisa memunculkan kondisi di mana para pemenang Pilkada lebih leluasa menjalankan kebijakan pemerintahannya. Karena, mereka tidak lagi merasa memiliki hutang politik.

“Karena Pilkada di semua tempat menyebabkan biaya politik juga banyak. Hikmahnya adalah bisa jadi (para pemilik modal) memilih wilayah-wilayah yang strategis untuk berinvestasi (politik) mereka. Ini berdampak pada pendewasaan dan meminimalisir upaya mobilisasi dana. Ini sisi lain hikmah dari Pilkada serentak,” paparnya.

  Malas Kerjakan Skripsi, Ikuti Tips TGB Ini

Terlepas dari itu, Kadri menyampaikan bahwa setiap regulasi pasti memiliki sisi baik dan buruk. Untuk itu, ia meminta kepada semua pihak agar berusaha memberikan kontribusi maksimal pada terselenggaranya Pilkada nanti. Karena pengambilan kebijakan yang menyangkut regulasi, dalam hal ini regulasi KPU tidak terlepas dari unsur kepentingan juga.

“Kita semua harus bersama-sama. Tidak (cukup) hanya penyelenggara(KPU) untuk melaksanakan pemilu yang baik,” pungkasnya. (ast)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here