Pilkada NTB, Suhaili Ingatkan Kader Golkar Tak Mudah Terkecoh

Selong (Suara NTB) – Calon Gubernur NTB, H. Muh. Suhaili FT, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar NTB, mengingatkan kepada seluruh kader Partai Golkar supaya tidak mudah terkecoh dan terpecah belah dalam Pilkada 2018, baik pemilihan gubernur (pilgub) maupun pemilihan bupati (pilbup). Seluruh kader harus tetap bersatu untuk memperjuangkan calon kepala daerah yang diusung.

Hal itu diungkapkan H. Muh. Suhaili saat menghadiri acara Konsolidasi Pembekalan Koordinator Suhaili-Amin di kantor DPD II Golkar Lotim, Sabtu, 21 April 2018. Berpenampilan sebagaimana ciri khasnya, menggunakan kopiah putih, baju gamis lebar berwarna hitam, Suhaili mengaku berterima kasih kepada seluruh kader Partai Golkar yang memiliki tingkat loyalitas cukup tinggi beserta simpatisan. Meski ada pembenahan, pembekalan, sehingga perjuangan diiringi dengan semangat yang sama.

Iklan

Selaku Ketua DPD Partai Golkar, Suhaili melihat kader Golkar khususnya di Lotim dan NTB pada umumnya optimis memenangkan pasangan yang diusungnya, baik dalam pesta demokrasi tingkat provinsi maupun kabupaten. Untuk itu, ujarnya, cara pandang dalam pilkada ini harus disamakan di dalam internal keluarga besar Partai Golkar. Ditambahkannya, kader harus mendukung dan memahami visi misi dari partai, sehingga Partai Golkar mendapatkan kesempatan untuk membangun NTB, mensejahterakan masyarakat NTB. “Partai Golkar mengabdi, berkhidmat, itu merupakan tujuan hakiki dari Partai Golkar,” terangnya.

Supaya Partai Golkar ada manfaat keberadaannya, sehingga partai yang terbilang cukup dewasa ini memiliki cara pandang yang panjang. Untuk itu, persatuan merupakan pondasi dasar di dalam berjuang, sehingga apa yang menjadi dasar dan cita-cita dapat diraih. “Mari kita Bersatu Ikhtiar menuju NTB yang sejahtera,” ungkapnya mengutip jargonnya itu.

Selain paket Suhaili-Amin diusung dan didukung sejumlah parpol. Suhaili mengklaim keberadaan Suhaili-Amin yang mendapat nomor urut 1 dalam Pilkada 2018 juga didukung organisasi Islam atau masyarakat, baik dari Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, bahkan tidak sedikit secara personal pendukung Suhaili-Amin berasal dari kalangan Nahdlatul Wathan (NW). Dijelaskannya, sikap itu bukan ingkar kepakada NW, tapi karena secara personal masyarakat memiliki cara pandang tersendiri terhadap pasangan Suhaili-Amin.

“Belum lagi, umat Hindu, Budha, Kristen bersatu. Begitu juga masyarakat di Kabupaten Lotim,” ujarnya.

Dengan gaya bicara yang santai, namun menggelitik, Suhaili kembali mengingatkan kepada pengurus dan koordinator pemenangan Suhaili-Amin, baik di tingkat kecamatan hingga tingkat desa untuk bersungguh-sungguh di dalam berjuang. Diungkapkannya, adanya balihonya yang dirusak, bukan melemahkan optimisime di dalam berjuang maupun menaruh dendam. Melainkan semangat partai Golkar untuk memperjuangan Suhaili Amin, tetap utuh, bersatu memperjuangkan, ikhtiar, sabar, tawadhu dan istikomah. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here