Pilkada Mataram, Pasangan Mohan-Mujib Persiapkan Deklarasi

Mohan Roliskana. (Suara NTB/viq)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan bakal calon walikota dan bakal calon wakil walikota Mataram periode 2020-2025, H. Mohan Roliskana – TGH. Mujiburrahman yang kerap disebut sebagai paket Harum sudah final.

Paket pasangan calon pada Pilkada Kota Mataram ini tengah mempersiapkan waktu dan lainnya untuk deklarasi. Partai Golkar Kota Mataram dan Golkar NTB sudah memfinalkan paket Harum untuk maju bersaing merebut suara rakyat Mataram pada Pilkada 23 September 2020 mendatang.

Iklan

Ketua DPD II Partai Golkar Mataram sekaligus Balon Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menyampaikan, pasangan Harum sudah konkret untuk maju pada Pilkada Mataram 2020-2025. SK penetapan, baik dari DPD I dan DPD II partai beringin ini sudah final.

“Sudah difinalisasi berkaitan dengan surat keputusan di DPP Golkar, konkretnya dalam bentuk surat keputusan. Setelah itu baru kita bicara soal pendeklarasian. Tapi, semangat kami adalah deklarasi itu besok supaya bisa bersamaan dengan partai-partai pungusung kami nanti. Jadi, saya pikir kami tidak terlalu terikat dengan waktu yang ada dan saya pikir waktu kita cukup panjang untuk itu,” katanya, Minggu, 16 Februari 2020 kepada Suara NTB.

Dijelaskan Mohan, yang penting saat ini adalah ada garansi kepastian terkait SK pasangan Harum. SK dari DPP Golkar bisa diterima untuk menjadi instrumen utama untuk maju pada Pilkada Mataram. Ia sudah melakukan komunikasi dengan DPP partai Golkar terkait arah dukungan koalisi partai dalam mengahadapi Pilkada mendatang.

“Insha Allah ada beberapa partai yang sudah firm untuk bisa bergabung dengan kami (paket Harum, red),” katanya.

Mohan memastikan koalisi Golkar tak menutup kemungkinan untuk partai dalam satu fraksi di DPRD kota Mataram. Secara eksplisit jelas dia, arah dukungan paket Harum belum bisa disampaikan ke publik.

“Proses komunikasi politik itu harus bisa memaknai isyarat-isyarat dari semua ketua-ketua partai di Mataram. Untuk partai yang memiliki keinginan bergabung dengan kami, saya pikir bisa mendukung pemahaman kami bahwa memang kita punya semangat kolektif untuk memimpin,” katanya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait tak mengambil calon dari partai lain (luar Golkar), Mohan menjawab, tidak menutup kemungkinan akan mengambil Balon wakil dari partai lain. Sesuai hasil rapat konsolidasi bersama Korwil DPP Golkar NTB, ia menjelaskan kembali, memang ada tolok ukur yang paling penting dalam proses rekrutmen Balon wakil.

“Ada beberapa memang tolok ukur teknis yang digunakan sebagai standar untuk (Balon wakil). Baik secara akademis sehingga dapat dipertanggungjawabkan tingkat elektalibilitas dan popularitas balonnya. Dan, tolok ukur non teknis, untuk (Balon Wakil) harus pula dapat diterima oleh publik,” jawabnya.

Ia menyinggung, selama berpasangan bersama Walikota Mataram (H. Ahyar Abduh) dalam dua periode memimpin kota Mataram, cukup memberikan banyak pelajaran baginya. Banyak pelajaran yang bisa dipetik (bersama Ahyar) dalam membangun komunikasi dan harmonisasi serta sinergi bersama sebagai Walikota dan Wakil Walikota sejak 2010 silam.

“Pelajaran yang bisa saya terima, bagi saya tentu memimpin itu adalah bagaimana memindahkan emosi. Jadi, hubungan kepala daerah dan wakil kepala daerah tentu bagaimana agar tidak terjadi disharmonisasi sejak awal,” kata politisi partai beringin ini.

Mohan mengakui, paket Harum bisa membangun chemistry yang bisa berdampak pada kapasitas kinerja dalam memimpin. ‘’Harus ada rasa kesepahaman yang bisa terbangun untuk memimpin.

”Jadi chemistry paket Harum itu harus dapat sebelumnyalah, kira-kira gitulah,” tutup Wakil Walikota Mataram dua periode ini. (viq)