Pilkada Mataram, Mohan-Mujib dan Selly-Manan Mulai Adu Strategi

Ihsan Hamid (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah bakal pasangan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di Kota Mataram yang telah memastikan tiket dukungan partai politik sudah tercukupi untuk mendaftar ke KPU. Para kandidat kini mulai mengalihkan fokus mereka untuk bergerilya  merebut perhatian dan simpati calon pemilih.

Beragam strategi dan trik mulai dijalankan oleh masing-masing tim pemenangan calon dalam menarik perhatian masyarakat. Adapun kandidat yang sudah terlihat mulai beradu strategi dalam mendekati masyarakat yakni pasangan Mohan Roliskana-TGH Mujiburahman (Mohan-Mujib) vs Hj. Puttu Selly Andayani-TGH. Abdul Manan (Selly-Manan).

Iklan

Tim pemenangan Mohan-Mujib mengadakan lomba konten video kreatif dan di lain pihak tim pemenangan Selly-Manan mencoba menghiasi langit Mataram dengan menaikkan layangan raksasa sebanyak mungkin yang bergambar foto pasangan ini.
Lantas sejauh mana efektif dari trik dan strategi kedua tim pemenangan pasangan calon ini dalam menggaet perhatian masyarakat calon pemilihnya?

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid, MA.Pol mengulas berbagai trik dan strategi yang ditempuh para tim pemenangan calon. Menurutnya situasi dinamika politik pada Pilkada Kota Mataram 2020 ini memang menuntut para tim pemenangan calon untuk banyak melakukan kreativitas dan inovasi dalam mendekati dan meraih dukungan pemilih.

“Konsekuensi Pilkada di tengah pandemi Covid-19 ini memang menuntut para tim pemenangan calon untuk melakukan kreativitas dan inovasi dalam menarik perhatian dan simpati masyarakat. Cara-cara lama seperti mengadakan pertemuan dengan mengumpulkan banyak massa sudah tidak relevan untuk dilakukan, karena protokol kesehatan membatasi itu,” ujarnya kepada Suara NTB, Kamis, 6 Agustus 2020.

Model kampanye dengan menggunakan gambar pasangan calon yang diedarkan melalui berbagai perangkat, seperti baliho, sepanduk, stiker kalender dan lain sebagainya juga sudah efektif untuk menggaet minat masyarakat untuk memilihnya. “Model kampanye dengan hanya menampangkan foto dan gambar pada baliho itu kan adalah metode konvensional yang hanya relevan digunakan untuk memperkenalkan diri calon. Tapi itu belum sampai pada bisa menarik minat masyarakat untuk memilihnya,” jelasnya.

Oleh karena itu, mau tidak mau tim pemenangan harus melakukan terobosan baru yang relevan mengikuti perubahan perilaku pemilih yang terbagi dalam berbagai segmentasi. Calon harus bisa masuk menjadi bagian dalam segmentasi pemilih tersebut. Misalnya segemen pemilih pemula yang mayoritas adalah kelompok milenial.

“Untuk menarik minat segmentasi pemilih tertentu, di sini harus didalami kecenderungan apa yang disukai oleh segmen pemilih seperti ini. Misalnya dalam komunitas yang menggandrungi permainan layangan, kalau calon bisa masuk ke sana, calon tidak saja hanya sekedar dapat dikenal, tetapi juga bisa menariknya jadi pemilih. Karena dengan cara seperti itu komunikasi politik dan aspirasi dapat tersampaikan,” jelasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here