Pilkada Mataram, Mohan dan Ahda Sulit Dipasangkan

H. Ahyar Abduh (Suara NTB/Cem)

Mataram (Suara NTB) – Manuver Ahyar Abduh mengocok ulang bakal pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Mataram, gagal. DPD Partai Golkar telah menyetujui duet H. Mohan Roliskana – Mujiburrahman pada pemilihan kepala daerah serentak 9 Desember mendatang. Menyatukan kembali dinasti selama ini berjaya antara Mohan – Ahda sulit terwujud.

Proses penjaringan bakal calon dimulai dari komunikasi politik. Dinamika politik di Mataram sangat dinamis. Bakal pasangan calon memiliki peluang saling menjajaki. Namun, langkahnya memasangkan Mohan – Ahda rupanya sulit. Setelah mengamati bakal calon mengerucut ke pasang – pasangan. Partai juga sudah mengeluarkan surat tugas dan rekomendasi. “Tapi belum ada rekomendasi yang final dari DPP,” kata Ahyar Selasa, 23 Juni 2020.

Iklan

Menurutnya, surat tugas itu menjadi bukti bahwa partai politik memberikan kepercayaan ke paslon untuk melakukan komunikasi politik dengan partai maupun calon lainnya. Rupanya, Mohan maupun Ahda sama – sama memiliki pasangan masing – masing. Bahkan, mereka telah berjalan jauh pada kontenstasi lima tahunan tersebut. Apalagi Partai Gerindra juga telah kukuh mempertahankan pasangan Lalu Makmur Said – Badruttaman Ahda.

“Teman – teman media bertanya ke saya. Dalam hal ini saya dikaitkan bahwa Ahda adalah anaknya saya. Dia kan sudah dewasa. Ibarat pengantin tidak mungkin dipaksakan. Saya hanya memberikan arahan. Bagaimanapun juga ini jadi tanggungjawab saya. Tetapi segala – galanya dia yang memutuskan,” terangnya. Dari surat tugas itu kecil kemungkinan Mohan – Ahda bisa diduetkan. Karena 50 persen dari surat itu akan keluar rekomendasi dari parpol untuk mengusung calon. Artinya, sudah ada komunikasi,komitmen dan akad dengan partai politik. Dan, tinggal menunggu finalisasi dari partai untuk mendeklarasikan pasangan calon.

  Aset Dikuasai Mantan Dewan Bisa Diusut APH

Terkait dengan maneuver awal dilakukan untuk mengubah arah peta politik di Kota Mataram. Ahyar mengklaim hal itu sudah biasa di politik. “Dalamnya lautan dapat diukur. Dalamnya hati sulit di tebak,” katanya menganalogikan. Posisinya saat ini yang masih menjabat sebagai Walikota Mataram diakui sangat berat. Dia harus memberikan yang terbaik serta menjaga kondusivitas serta keberlangsungan proses demokrasi agar berjalan aman dan lancar.

Paling ditekankan adalah netralitas aparatur sipil negara. ASN, kata Ahyar, harus berdiri tegak atau tidak condong terhadap pasangan calon manapun. “Kalau saya siapapun yang bakal terpilih nantinya. Saya harapkan program pembangunan tetap dilanjutkan,” pesannya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here