Pilkada Lotim, Tiga Figur Mendaftar ke PPP

Selong (Suara NTB) – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Lombok Timur (Lotim) kubu M. Romahurmuziy beberapa waktu lalu sudah membuka pendaftaran terkait pengusungan figur dalam Pilkada Lotim 2018 mendatang. Hingga saat ini, sebanyak tiga figur yang mendaftar ke PPP dan satu di antaranya sudah memastikan diri menggunakan PPP sebagai kendaraan politiknya.

“Tiga figur itu, H. Haerul Warisin, H. Najamudin dan H. Nasrudin. Namun yang sudah mendaftar, mengambil dan mengembalikan formulir baru H. Nasrudin,” ujar Ketua DPC PPP Lotim, H. A. Muzani Umar, Kamis, 27 April 2017.

Iklan

Untuk bisa mendapatkan dukungan dari PPP, lanjutnya, ada beberapa mekanisme yang harus dilalui. Apalagi, PPP akan menampung figur-figur yang mendaftar dan dibahas melalui rapat kerja. Setelah itu, hasil rapat itu sampaikan ke DPW maupun DPP.

“Ada mekanisme yang harus dilalui, karena nanti kita akan rapat kerja menghadirkan seluruh unsur kepengurusan DPC, sehingga baru hasil dari rapat kerja itu kita bawa ke pengurus wilayah untuk direkomendasikan ke Jakarta,” jelasnya.

Dalam penentuan figur yang akan diusung dalam Pilkada Lotim 2018 mendatang, pihaknya akan menunggu saran dari DPW, termasuk kapan akan dilakukan penutupan dan penentuan. Sementara di satu sisi, PPP sedang menjajaki koalisi dengan sejumlah partai politik lainnya, seperti Nasdem, PAN, PDIP, dan PKPI.

“Kita sudah komunikasi dengan partai-partai itu,” akunya.

Disinggung terkait pengusungan kader, Muzani Umar, mengaku hingga sekarang belum ada kader yang memastikan diri untuk maju dalam Pilkada Lotim. Namun, apabila ada kader yang mendaftar lalu mengambil dan mengembalikan formulir untuk ketersediaannya maju dalam Pilkada Lotim, maka nama dari kader itu juga akan menjadi pertimbangan di internal PPP.

Terkait dualisme yang terjadi dalam tubuh PPP, Muzani menegaskan jika kondisi itu tidak terlalu berpengaruh. Pasalnya, yang dilihat adalah kelegalan dari partai itu sendiri, karena syarat sah dari partai itu ada tiga yakni memiliki SK Menkumham, berbadan hukum dan sudah tercatat pada lembaran negara.

“Jadi semua partai persyaratannya itu sehingga dikatakan legal,” jelasnya. (yon)