Pilkada Lotim, PDIP Realistis Tentukan Sikap Politik

Selong (Suara NTB) – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Lombok Timur (Lotim) mengaku cukup berat menghadapi pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 mendatang. PDIP ini pun memilih lebih realistis dalam menentukan sikap politiknya.

“Kan tidak tegak lurus dengan sebutan partai penguasa di pusat, peta politik yang terjadi di daerah tidak bisa dinafikan,” ungkap Sekretaris PDIP Lotim, Saprudin menjawab Suara NTB, Jumat, 24 Februari 2017.

Iklan

Anggota DPRD Lotim ini mengaku, sebutan PDIP saat ini memang menjadi partai besar dan berkuasa. Namun untuk Lotim, ia mengakui PDIP sebagai partai yang kecil. Berbeda dengan partai besar, seperti Demokrat sebutnya yang diakui bisa mengusung kader sendiri. Persoalan politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah ini katanya bukan urusan percaya diri atau tidak percaya diri.

Menurutnya, kalaupun PDIP ada peluang, bisa saja maju. Namun akuinya tidak  bisa menyamai partai-partai dengan perolehan suara besar. “Bukan tidak percaya diri, tapi kan kita lihat situasi geopolitik,” paparnya.

Dalam pertarungan perebutan kursi bupati dan wakil bupati, katanya, PDIP lebih memilih akan  merapat kepada partai yang mengusung kandidat yang siap menang. Beberapa figur katanya memang sudah mulai membangun komunikasi dengan PDIP. Antara lain dengan H. M. Syamsul Luthfi, H. M. Sukiman Azmy, H. Haerul Warisin dan H. Nasrudin. Komunikasi politik yang terbangun selama ini masih belum mengarah kepada keputusan final, karena sisa waktu masih cukup lama untuk mengambil keputusan.

Semua figur masih punya peluang untuk didukung oleh PDIP. Termasuk dengan partai mana yang akan menjadi mitra koalisi. Arah koalisi saat ini dinilai masih menebak-nebak. Namun dipastikan, gelaran pesta demokrasi tingkat kabupaten ini sudah tidak adem ayem lagi. Berbeda dengan pandangan Ketua DPC PKS, Murnan sebelumnya yang menyebut situasi saat ini masih adem ayem.

Menurut Saprudin, saat ini semua pimpinan partai politik masih saling memantau. Memantau arah mana yang kemudian dipilih menjadi mitra koalisi maupun figur yang akan diperjuangkan kemenangannya. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here