Pilkada Lotim, Golkar Percaya Diri Usung Kader Sendiri

Selong (Suara NTB) – Partai Golkar tetap percaya diri akan mengusung kader sendiri pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lombok Timur (Lotim) 2018 mendatang. Partai berlambang pohon beringin ini meyakinkan, Golkar memiliki banyak kader potensial sebagai calon Bupati Lotim periode 2018-2022 mendatang.

Menjawab Suara NTB Rabu, 16 November 2016,  Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Timur (Lotim) Daeng Paelori menyatakan, saat ini semua figur politik memiliki peluang yang sama sebagai bakal calon.

Iklan

Daeng Paelori sendiri pernah menyatakan dirinya siap bertarung di Pilkada Lotim. Meski sudah dinyatakan, namun menurutnya, tidak mesti seorang ketua partai yang nantinya akan diusung di Pilkada. “Semua kader berpeluang jika memenuhi syarat dan sesuai ketentuan partai,” ucapnya.

Golkar sendiri saat ini merupakan salah satu partai yang cukup besar di Lotim. Yakni dengan 5 kursi di DPRD Lotim. Kursi-kursi itu diraih berkat perolehan suara sebanyak 63.000 lebih pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 lalu.

Meski sebagai Partai besar, Golkar belum bisa memenuhi syarat untuk mengusung satu pasangan calon sendiri. Golkar dituntut untuk membangun koalisi dengan partai lain. Tidak saja Golkar, kata Daeng, bahkan seluruh partai di Lotim ini tidak bisa sendiri mengusung satu pasangan calon. Semua partai harus berkoalisi.

Diketahui, partai di Lotim dengan perolehan besar Demokrat dengan 6 kursi, menyusul Golkar 5 kursi, Hanura 5 kursi dan PAN 5 kursi. Lainnya empat dan tiga kursi. Atas dasar ini, tidak ada satupun partai  bisa berdiri sendiri.

Dalam membangun koalisi, Golkar membuka pintu bagi semua partai untuk menjadi pengusung. Di Lotim, tidak ada kubu-kubu antara partai yang satu dengan yang lainnya. Semua partai memiliki komunikasi yang baik.

  Musda Golkar NTB Digelar Maret, Suhaili Dikabarkan akan Maju Lagi

Perpecahan dan fragmentasi partai yang terjadi di pusat diyakinkan Daeng tidak terjadi di Gumi Selaparang. Bangunan koalisi yang nantinya di Lotim pun dipastikan tidak lagi bicara soal kesamaan ideologi partai. Akan tetapi, akan mengedepankan kepentingan daerah. “Semua partai bisa bersinergi dalam koalisi,” ucapnya.

Sesuai ketentuan satu pasangan calon bisa diusung dengan perolehan 10 kursi di Dewan. Pembicaraan mengenai arah koalisi sejauh ini belum ada yang memulai. Semua baru bersifat saling menjajaki antara partai satu dengan yang lainnya. Dengan Partai Golkar, jelasnya semua partai dinyatakan bisa diajak koalisi. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here