Pilkada Loteng, Golkar Tak Ngotot Jadi Nomor Satu

Misbach Mulyadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Partai Golkar tidak akan ngotot mendorong kadernya harus jadi nomor satu atau calon Bupati pada Pilkada serentak 2020 di Kabupaten Lombok Tengah. Tetapi Golkar juga terbuka terhadap opsi untuk menjadi nomor dua atau calon wakil Bupati.

Demikian disampaikan Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi. Menurutnya sikap Partai Golkar dalam menghadapi Pilkada, harus realistis, jika memang tak memungkinkan untuk mengusung kadernya jadi calon bupati, maka opsi jadi wakil bupati pun sangat terbuka diterima Golkar.

Iklan

“Untuk Pilkada Loteng, Golkar saya kira sangat terbuka pada opsi calon wakil bupati, kita realistis saja,” Ujar Misbach yang dikonfirmasi, Senin, 24 Februari 2020 kemarin.

Ditegaskannya, hasil survei adalah menjadi rujukan utama bagi partai Golkar untuk mengambil keputusan dalam proses pencalonan Pilkada. Partai Golkar tentu tidak akan memaksakan kehendak menempatkan kader jadi Balon Bupati. Jika memang dari hasil survei elektabilitas dan popularitas kader parpol beringin itu hanya cocok jadi balon wakil.

Pihaknya memilih lebih bersikap fleksibel, dalam menyikapi dan respon dinamika berkembang di Pilkada Loteng. “Jadi Golkar itu tergantung hasil surveinya bagaimana,” ucap ketua Fraksi Partai Golkar DPRD NTB.
Saat ini, Partai Golkar sedang melakukan survei elektabilitas dan popularitas terhadap para kandidat. Simulasi pasangan dalam survei juga dilakukan maupun tidak berpasangan untuk melihat secara utuh peta politik di Lombok Tengah.

Adapun sejumlah kader Golkar di survei elektabilitas yakni, Ferdian Elmiansyah mendampingi Lalu Pathul Bahri, Ketua DPD II Golkar Loteng, Humaidi, Anggota DPRD NTB dari Golkar, Ahmad Puaddi, dan S. Agil Adrus.

Rencana hasil survei sudah akan dikantongi pada Maret mendatang. Dari hasil survei itu akan jadi patokan dan acuan parpol beringin dalam mengambil sikap di Pilkada Loteng “Golkar tentu akan bersikap realistis. Jika kader kita hanya cocok jadi nomor dua, tentu tidak masalah kita jadi nomor dua,” tegasnya.

Terkait siapa kader Golkar paling  berpeluang diusung di Pilkada. Misbach menyatakan, pada prinsipnya, sejauh ini semua kader Golkar mencalonkan diri di Pilkada berpeluang diusung.

Namun tentunya, kader mau diusung di Pilkada Loteng harus mampu membawa parpol mitra koalisi. Karena Golkar punya tujuh kursi. Butuh tambahan tiga kursi lagi dalam usung paket paslon. Oleh karena itu, Golkar sudah punya pasangan dan parpol koalisi tentu akan lebih berpeluang didukung di Pilkada.

Sehingga itu tentu akan menjadi salah satu pertimbangan partai dalam mengambil sikap. “Jika mau diusung, tentu dong harus ada persyaratan dipenuhi. Misalnya dukungan parpol dan pasangan,” pungkasnya. (ndi)