Pilkada Loteng, 11 Petugas Coklit Dinyatakan Reaktif Covid-19

Ilustrasi tes cepat.(ant/bali post)

Praya (Suara NTB) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lombok Tengah (Loteng) memutuskan untuk mengistirahatkan sebelas orang petugas pencocokan dan penelitian (coklit) calon pemilih yang ada di kecamatan. Dari hasil tes cepast (rapid test) yang dilaksanakan pekan kemarin, petugas tersebut dinyatakan reaktif.

“Memang dari hasil rapid test yang diselenggarakan beberapa hari lalu, ada sekitar 11 penyelenggara pemilu yang dinyatakan reaktif,” kata Ketua KPU Loteng, Lalu Darmawan, Selasa, 28 Juli 2020. Hanya saja, ia enggan menyebutkan dari mana saja penyelenggara pemilu yang dinyatakan reaktif tersebut. Tapi yang jelas hasilnya sudah disampaikan ke Gugus Tugas Covid-19 Loteng, untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Iklan

Sesuai kebijakan KPU, maka penyelenggara pemilu yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test sementara tidak diperbolehkan untuk bertugas. Tetapi harus beristirahat di rumahnya masing-masing. Jika pun harus dilakukan karantina atau isolasi, itu sepenuhnya menjadi ranahnya tim gugus tugas Covid-19 daerah.

“Yang jelas hasil tes sudah kita laporkan. Soal penanganan lebih lanjut itu diserahkan kepada gugus tugas Covid-19 daerah. Apakah harus dilakukan karantina selama dua pekan atau cukup istirahat di rumah saja,” jelasnya seraya menambahkan untuk komisioner KPU Loteng hasil rapid test seluruhnya dinyatakan non reaktif.

Dikatakannya, rapid test sendiri dilaksanakan sebagai salah upaya KPU Loteng untuk melakukan pemetaan kondisi kesehatan para penyelenggara pemilu di daerah ini. Termasuk karyawan dan staf sekretariat  di semua jenjang. Baik kabupaten, kecamatan hingga desa. Apakah aman dari papara Covid-19 atau tidak.

Mengingat, agenda persiapan gelaran Pilkada Loteng sudah semakin padat. Sehingga tentu butuh kesiapan dari aspek kesehatan. Jangan sampai penyelenggara pemilu di Loteng justru menjadi klaster penyebaran Covid-19 yang baru. Itulah dasar kemudian bagi penyelenggara pemilu yang dinyatakan ada gejala atau reaktif, harus diistirahatkan.

“Karena kita menggelar pilkada di tengah pandemi, maka penyelenggara harus benar-benar fit dan bebas dari paparan Covid-19,” tegas mantan Ketua Panwaslu Loteng ini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here