Pilkada Lobar, Lima Parpol Bentuk Koalisi Permanen

Giri menang (Suara NTB) – Lima pengurus parpol di Lobar, PBB, PDIP, Gerindra, Hanura dan PPP menggelar pertemuan, Sabtu, 19 Maret 2017 di Kantor Sekretariat DPC PBB di Gerung, Lobar. Pertemuan ini merupakan embrio membentuk koalisi permanen pada Pilkada nanti. Bahkan, koalisi ini bakal mengusung satu pasangan calon (paslon).

Ketua DPC PBB, H. Lukman Mukhtar mengatakan, pertemuan ini dihadiri pimpinan dan pengurus lima parpol, yakni dirinya selaku Ketua PBB, Ketua DPC PDIP, H. Sardian, Ketua Gerindra Lobar H. Muhammadun, Ketua DPC Hanura, H. Khaerul Anwar dan Ketua PPP Lobar, H. Ruslan. Pertemuan ini penting karena Lobar salah satu daerah yang menggelar Pilkada serentak 2018 nanti. Pilkada ini sendiri gawe parpol dan bisa melalui independen.

Iklan

“Kita ingin bangun kebersamaan, karena kita sepakat Lobar ini milik semua. Di provinsi dan lotim sudah lama bangun komunikasi, bahkan sudah mengarah ke calon. Nah kita ini baru bertemu,” jelas mantan Wakil Ketua DPRD Lobar ini.

Disamping lima parpol ini jelasnya, sebenarnya sudah ada komunikasi dengan parpol lain seperti demokrat, PKB namun karena berhalangan ketuanya tidak bisa hadir. Pertemuan ini disepakati untuk mengadakan pertemuan keliling (road show) ke masing-masing sekretariat DPC.

Arah pertemuan ini sendiri jelasnya, tidak menutup kemungkinan bakal dibuat koalisi lima parpol ini. Hasil pertemuan termasuk rencana koalisi Ini jelasnya akan dikomunikasikan ke masing-masing pimpinan parpol diatasnya. Semua pimpinan partai yang hadir jelasnya sepakat membangun komunikasi. Termasuk nanti koalisi parpol ini diharapkan mengusung satu paslon.

Khaerul Anwar menegaskan, semua parpol di Lobar harus berkoalisi sebab tidak ada yang memenuhi syarat bisa mengusung satu pasangan calon. Apakah pertemuan ini diadakan karena parpol mulai gusar karena kandidat tidak melirik? Menurutnya tidak demikian. Sebab ini bentuk tanggung jawab moril parpol terhadap UU, keberlangsungan pemerintahan dan partisipasi masyarakat.

“jadi bukan didasarkan oleh keinginan karena gusar, namun ini tanggung jawab bersama parpol,jelas kandidat yang disebut-sebut maju pada Pilkada Lobar ini. Ia menekankan politik transaksional diminimalisir seminimal mungkin, karena itu pertemuan ini membangun dan menyatukan visi. Ia berharap koalisi ini bisa permanen kedepan.

Sardian menyatakan terkait adanya sinyalemen kandidat melupakan partai dirasanya keliru. Sebab paslon bisa maju salah satunya melalui dukungan parpol. Menurutnya, parpol bisa mengusung ketua masing-masing untuk maju, sebab mereka adalah tokoh masyarakat yang diakui. Terkait Kemungkinan mengusung pasangan dari PDIP-hanura dan dengan parpol lain Jelasnya tak menutup kemungkinan. “Bisa saja diusung yang ada sekarang melihat elektabilitasnya,” jelasnya. (her)