Pilkada Kota Mataram, Verfak Pendukung Bapaslon Perseorangan Masih Minim

Verifikasi faktual pendukung bapaslon perseorangan pilkada Kota Mataram hingga ke tingkat RT/RW, Selasa, 11 Agustus 2020.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Jalan bakal pasangan calon (bapaslon) Dianul Hayezi dan H. Badrun Nadianto maju di kontenstasi politik Kota Mataram terancam gagal. Pasalnya, KPU Kota Mataram mencatat jumlah dukungan yang selesai melewati tahap verifikasi faktual (verfak) pendukung bapaslon perseorangan tersebut masih minim.

“Laporan dari PPS kita masih Bapaslon dan Tim LO (Liaison Officer) ini masih melaksankaan koordinasi. Terkait hasil koordinasinya ini sampai sekarang hanya sebagian kecil yang ditindaklanjuti ke tahap menghadirkan,” ujar Ketua KPUD Kota Mataram, M. Husni Abidin saat dikonfirmasi, Selasa, 11 Agustus 2020.

Iklan

Diterangkan, KPUD Kota Mataram memberikan waktu selama 1 minggu untuk proses verfak pasangan Dianul – Badrun. Kendati demikian, untuk hari pertama hingga ketiga verfak belum ada pendukung yang bisa didatangkan untuk melakukan verfak.

“Lebih besar dan lebih banyak di hari keempat, karena mereka juga masih tahap berkoordinasi. Kita belum bisa lihat pergerakannya. Hari pertama dan kedua kemarin tidak ada yang dihadirkan (untuk mengikuti verfak),” jelas Husni.

Proses verfak sendiri dikonsentrasikan di masing-masing kelurahan yang ada, seperti di kantor kelurahan, masing-masing lingkungan, maupun masing-masing RT/RW. Terkait tempat pelaksanaaan akan disesuaikan dengan hasil koordinasi bapaslon dengan PPS.

Diketahui, pada penyerahan dukungan tahap pertama pasangan Dianul – Badrun juga sempat mengalami kekurangan dukungan dari batas minimal 22.994 suara. Sehingga pasangan tersebut diharuskan menyetor dukungan perbaikan minimal dua kali lipat, atau sebanyak 45.988 dukungan dalam masa perbaikan.

Pada masa perbaikan, satu-satunya bapaslon independen di Pilkada Kota Mataram tersebut menyerahkan sebanyak 53.956 dukungan. Setelah dilakukan verifikasi administrasi, dukungan yang dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 53.049 suara dan 907 lainnya dinyatakan tidak memenuhi syarat.

Diterangkan, proses verfak akan menjadi penentu bagi pasangan Dianul – Badrun apakah dapat melanjutkan sebagai paslon di Pilkada Kota Mataram 2020. Pasangan tersebut diharuskan memenuhi syarat dengan jumlah dukungan paling sedikit 22.944 suara.

“Itu syarat paling sedikit 22.944, tapi hanya sebagian kecil yang sudah dihadirkan. Artinya, dari angka itu saja masih minus sekali,” ujar Husni. Sampai saat ini pihaknya masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari bapaslon tersebut terkait lokasi dan waktu pelaksanaan verfak untuk masing-masing pendukung yang direkomendasikan.

Menurut Husni, pihaknya akan memfasilitasi proses verfak tersebut hingga 14 Agustus mendatang. “Ini kita lakukan semala 7 hari. Lewat 7 hari itu maka tidak ada lagi verfak. Kalau kurang dari 22.944 secara otomatis akan gugur, tapi kalau terpenuhi secara otomatis juga lolos,” tandasnya. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional