Pilkada Bukan Perang, Gubernur Imbau Perbedaan Pilihan Tidak Retakkan Persaudaraan

H.Zulkieflimansyah. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Tensi Politik Pilkada serentak di tujuh daerah di NTB mulai menghangat memasuki masa kampanye. Para kandidat pasangan calon bersama tim sukses masing-masing terus bergerak bersaing menarik perhatian dan berebut dukungan masyarakat.

Menyikapi tingginya tensi dinamika politik Pilkada serentak 2020 di tujuh daerah, Gubernur Provinsi NTB, Dr. Zulkieflimansyah menganggapnya sebagai suatu hal yang wajar terjadi dalam sebuah kontestasi demokrasi. Riak-riak politik di tengah masyarakat, terutama antar pendukung dan tim pemenangan pasangan calon, merupakan bagian dari dinamika politik.

Iklan

“Tensi Politik masa Pilkada ya bagus, dinamis dan orang NTB kadang-kadang memang senang dengan tensi-tensi politik yang ada. Tapi sepanjang tensi itu dibuat kreatif,” ujar Dr. Zul yang dikonfirmasi usai mengikuti rapat paripurna di DPRD NTB, Selasa, 29 September 2020.

Namun demikian, orang nomor satu di NTB itu menyerukan bahwa persaingan politik di Pilkada tetap harus berjalan dengan sehat dan demokratis. Perbedaan pilihan politik tidak harus kemudian menjadi sekat persaudaraan, apalagi sampai menjadi pemecah  persatuan dan kesatuan.

“Pilkada ini bukan perang, oleh karena itu jangan sampai perbedaan partai politik (dukungan) dalam kontestasi Pilkada ini kemudian kita kehilangan akal sehat untuk tetap memelihara persaudaraan,” serunya.

Dr. Zul juga mengimbau kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya tetap dalam posisi netral di Pilkada. ASN tidak boleh menunjukkan sikap keberpihakan kepada salah satu pasangan calon, apalagi sampai terang-terangan memberikan dukungan. “Oleh karena itu mudah-mudahan ASN kita tetap netral,” katanya.

Ketika ditanya lebih jauh terkait posisinya sebagai Ketua Tim Pemenangan Wilayah (TPPW) PKS NTB. Apakah dirinya akan turun langsung berkampanye untuk memenangkan kandidat pasangan calon yang didukung oleh PKS.¬†Terkait hal tersebut, Dr. Zul mengaku belum memikirkannya. Apakah dirinya akan mengambil cuti kampanye atau tidak. “Belum ada keputusan, kita lihat nantilah. Dari peta politik kita, PKS ada yang peluangnya menang ada yang peluangnya kalah,” pungkasnya. (ndi)